SriwijayaPost/

Temukan Keranda Usia 140 Tahun Saat Gali Tanah, Saat Dibuka Pria Ini Kaget Lihat Isinya . . .

Keranda mayat yang memiliki cermin itu tertutup tanah liat, dan ketika tanah liatnya dibuang, pria itu terkejut bukan kepalang.

Temukan Keranda Usia 140 Tahun Saat Gali Tanah, Saat Dibuka Pria Ini Kaget Lihat Isinya .  .  .

Akhirnya baru diketahui bahawa sebelum perumahan itu dibangun, tanah itu sebenarnya merupakan tempat pemakaman umum, tapi keranda gadis itu tidak dipindah, dan dibiarkan di sana.

Ist
Ist ()

Setelah memeriksa dokumen pemakaman yang berkaitan, baru diketahui rupa-rupanya gadis remaja berusia dua tahun itu adalah Edith Howard Cook, yang meninggal pada tahun 1876.

Selepas itu mereka menghubungi cicit laki-laki bernama Peter Cook (82), dan menurut Peter Cook, Edith meninggal dunia karena masalah/gangguan gizi kala itu.

Peter pun sangat berterima kasih atas bantuan pihak Garden of Innocence, sehingga ia boleh bertemu Edith walaupun telah meninggal lebih dari satu abad silam.

Ist
Ist ()

Bukan main gembira dan terkejutnya Peter ketika mengetahui hal itu, karena ia tak pernah menyangka boleh bertemu lagi dengan Edith.

“Ini memberi saya peluang, untuk lebih mengenal keluarga saya.” Kata Peter gembira.

Setelah itu ia juga merancang untuk menemui pihak pengelola Garden of Innocence, untuk upacara pemakaman Edith, dan mencari tempat yang tenang agar Edith boleh bersemadi dengan aman.

Ist
Ist ()

Pihak keluarga Edith juga akan menanggung kos untuk membuat keranda baru baginya, mencari sebuah taman pemakaman yang indah dan tenang, dan mengadakan upacara pemakaman ulang untuknya.

Setelah kisahnya tersebar luas, banyak orang yang datang sambil membawa bunga untuk memberi penghormatan kepada “Gadis Boneka” yang telah terlelap selama 140 tahun dalam tidur abadinya.

Dan Peter juga berjanji akan meluangkan waktu setiap pekan untuk menjenguknya, untuk menebus penyesalan abadinya.

Ist
Ist ()

Setelah 140 tahun lamanya terlelap dalam kesepian, akhirnya gadis belia bernama Edith ini menemukan keluarganya…dan semoga gadis manis ini bisa pergi dengan tenang dalam kedamaian abadi. (amanzingnara)

Penulis: ewis herwis
Editor: ewis herwis
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help