SriwijayaPost/

Seorang Ibu Dipenjara 7 Bulan Gara-gara Pipis di Monumen Pahlawan. Tenyata Alasannya

Kelly Martin, 42, pertama kali dilihat mengencingi tugu peringatan perang oleh petugas polisi, namun dia kemudian berhasil menghilangkan

Seorang Ibu Dipenjara 7 Bulan Gara-gara Pipis di Monumen Pahlawan. Tenyata Alasannya
SWNS

SRIPOKU.COM - Seorang ibu dari 5 anak dijatuhi hukuman penjara 7 bulan karena sudah 2 kali ketahuan pipis atau buang air kecil di sebuah monumen peringatan perang.

Dilansir dari Epoch Time , Kelly Martin, 42, pertama kali dilihat mengencingi tugu peringatan perang oleh petugas polisi, namun dia kemudian berhasil menghilangkan dirinya di samping karangan bunga.

Dalam waktu sebulan kemudian dia tertangkap kamera melakukan tindakan yang sama.

Kedua insiden tersebut terjadi di saat siang hari bolong, di tempat terbuka yang membuat kebingungan masyarakat di jalan raya Grays, Essex, Inggris.

Pictured is the first time Kelly Martin urinated on the war memorial in Grays Essex, in video footage taken on April 4

Digambarkan adalah pertama kalinya Kelly Martin kencing pada peringatan perang di Grays Essex,dalam rekaman video yang diambil pada tanggal 4 April

Martin dinyatakan terbukti bersalah melanggar kesusilaan di tengah masyarakat dan dijatuhi hukuman penjara oleh pengadilan Basildon Crown.

Martin menolak dinyatakan melanggar kesusilaan meskipun ada barang bukti berupa foto yang memperlihatkan aksinya di monumen.

Hakim John Lodge dalam putusannya kepada Martin menyatakan; “Monumen peringatan perang dibangun di tengah-tengah desa dan kota agar setiap orang, setiap hari bisa mengingat pengorbanan pahlawan.”

“Petugas melihat dirinya memegang bir di tangannya dan menarik celananya ke atas, petugas kemudian mengatakan, dia merasa jijik dan terkejut bahwa seseorang bisa menjadi begitu ofensif," tambah Lodge.

-
- ()

Salah seorang warga penny Simmons mengatakan, bahwa  'Miss Martin memiliki latar belakang yang sulit.

Saat di penjara berkelakuan sangat baik, tapi masalahnya adalah saat dia dibebaskan dia tidak punya tempat untuk pergi.

"Dia memang punya anak tapi kadang kala melihatnya. Tidak ada tempat baginya untuk tinggal. Dia sudah kehilangan tempat tinggal sekarang sekitar dua setengah tahun.

'Tuan Hicks adalah rekannya dan temannya dan kadang-kadang dia tidak tinggal bersamanya.'

Martin mengakui dua tuduhan kesopanan publik yang luar biasa, penyerangan, dengan menggunakan perilaku mengancam, mabuk dan kacau serta memiliki ganja. (Budi D/ Dailymail.co.uk/Rory Tingle)

Penulis: Budi Darmawan
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help