SriwijayaPost/

Masih Ingat Kasus Polisi Tembak Satu Keluarga di Lubuklinggau? Ini Perkembangan Pengusutannya

Satu keluarga beranggotakan enam orang yang menumpang mobil sedan berplat BG 1488 ON ditembaki oleh Brigadir K

Masih Ingat Kasus Polisi Tembak Satu Keluarga di Lubuklinggau? Ini Perkembangan Pengusutannya
Tribun Sumsel/Eko Hepronis
Mobil berisi satu rombongan keluarga yang sedang melintas yang ditembaki oleh oknum diduga polisi di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Selasa (18/4/2017). 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Odi Aria Saputra

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kasus penembakan satu keluarga dalam mobil beranggotakan enam orang di Lubuklinggau oleh oknum polisi Brigadir K hingga kini masih jalan di tempat.

Padahal sebelumnya pihak kepolisian berjanji akan mengusut tuntas permasalahan tersebut.

Kasipenkum Kejati Sumsel, Hotma mengatakan, pihaknya memang sudah menerima limpahan berkas dari Polda ke Kejaksaan Tinggi Sumsel.

Namun hingga kini berkas insiden yang sempat menggegerkan publik itu dinilai belum lengkap.

"Berkasnya sudah kita terima dari Polda. Tapi berkasnya belum memenuhi unsur atau masih P19," jelasnya, Jumat (13/10/2017).

Ia menyebut, pihak Kejati Sumsel sudah mengembalikan berkas tersebut kepada penyidik Polda dengan memberikan petunjuk agar segera dilengkapi namun hingga sekarang tak ada kabar lanjutan.

"Sudah kita berikan petunjuk agar segera dilengkapi, tapi belum ada kabar," ungkap Hotma.

Kasipenkum Kejati Sumsel,  Hotma (kiri)  memberikan keterangan pers beberapa waktu lalu.
Kasipenkum Kejati Sumsel, Hotma (kiri) memberikan keterangan pers beberapa waktu lalu. (SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA)

Seperti diketahui, tragedi nahas penembakan satu keluarga itu terjadi di Lubuklinggau, Selasa 18 April 2017.

Satu keluarga beranggotakan enam orang yang menumpang mobil sedan berplat BG 1488 ON ditembaki oleh Brigadir K yang bertugas dalam operasi rutin.

Alasannya, mobil itu berupaya menerobos razia sehingga petugas terpaksa memberondong mobil itu.

Akibat kejadian ini enam orang terkena tembakan senapan laras panjang yang ditembakkan K.

Korban tewas yakni Surini, 54, akibat tertembak di bagian dada.

Indrayani (36) meninggal pada Senin 24 April 2017 setelah seminggu dirawat di RS dr M Hoesin Palembang akibat luka tembak di bagian leher.

Sementara anggota keluarga lainnya yakni Dewi Erlina, Novianti, Genta mengalami luka tembak di bahu sedangkan sang sopir Diki mengalami luka tembak di perut.

Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help