SriwijayaPost/

Diterjang Timah Panas, Dua Residivis Bandit Pecah Kaca Keok Bersimbah Darah

Dari tangan tersangka diamankan uang hasil kejahatan senilai ratusan juta.

Diterjang Timah Panas, Dua Residivis Bandit Pecah Kaca Keok Bersimbah Darah
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Kasat Reskrim Kompol Yon Edi Winara didampingi Kanit Pidum, Iptu Azwan, menggelar tangkapan pelaku pecah kaca yakni Muslim dan Mardin (30), Kamis (12/10/2017). 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Andi Wijaya

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Hanya dalam kurun waktu kurang dari 24 jam jajaran Satuan Reskrim unit Pidum (Pidana Umum), Polresta Palembang berhasil meringkus dua residivis bandit pecah kaca yang kerap melancarkan aksi di Palembang.

Keduanya 'keok' setelah kaki kiri dan kananya dihadiahi petugas dengan timah panas.

Kedua tersangka terpaksa diberikan tindakan tegas lantaran berusaha melawan dan hendak kabur saat ditangkap petugas.

Mereka yakni Muslim (48) dan Murdin (30), dua lelaki yang tinggal di Jalan Ki Kemas Rindo Kelurahan Ogan Baru Kecamatan Kertapati, Palembang.

Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono melalui Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara didampingi Kanit Pidum, Iptu Azwan mengatakan, dari tangan tersangka pihaknya juga turut mengamankan uang hasil kejahatan senilai ratusan juta.

"Setelah menerima adanya laporan aksi pecah kaca. Tim langsung melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan kedua tersangka. Keduanya kita tangkap di salah satu wilayah di Kota Palembang," ungkapnya.

Menurut Yon Edi, selain kedua tersangka, saat ini pihaknya masih memburu satu pelaku lagi yang terlibat dalam aksi bandit pecah kaca ini.

"Masih ada satu pelaku lagi yang kita memburu. Namanya sudah kita kantongi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini kita berhasil meringkusnya," ungkapnya.

Diketahui, modus operandi yang digunakan tersangka dalam melancarkan aksinya, sambung kasat reskrim, sebelum menggasak uang korban, para tersangka terlebih dulu berbagi peran mulai dari memonitor korban yang baru keluar mengambil uang di bank.

Setelah itu kawanan ini membuntuti mobil yang dikendarai korban dengan sepeda motor yang digunakan tersangka.

Di perjalanan, satu dari tersangka menggemboskan ban mobil korban dengan sebuah benda tajam semacam paku yang sudah dipersiapkan para tersangka.

"Merasa ban mobil gembos, korban lantas turun untuk mengecek bannya, disaat itulah para tersangka langsung memecahkan kaca mobil korban dan mengambil tas berisikan uang yang baru diambil dari bank senilai Rp
408 juta, berada di dalam mobil korban," ungkap Kasat.

Atas perbuatannya, kedua residivis ini lanjut Kasat terjerat Pasal 363 KUHP tentang pidana pencurian dengan pemberatan.

"Barang bukti dan kedua tersangka sudah kita amankan, dan yang bersangkutan saat ini masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut guna melakukan pengembangan," katanya.

Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help