SriwijayaPost/

Pegawai Non PNS Muaraenim Ikut BPJS. Dianggarkan Rp 70 Ribu perbulan

Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Muaraenim Lydia Syuranti mengatakan, peserta jaminan kesehatan adalah setiap orang, termasuk orang asing

Pegawai Non PNS Muaraenim Ikut BPJS. Dianggarkan Rp 70 Ribu perbulan
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan Muaraenim melakukan sosialisasi untuk program BPJS pegawai Non Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Muaraenim, Selasa (11/10/2017). 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Ratusan pegawai Non Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Muaraenim akan diikutkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan Muaraenim.

"Ini hanya berlaku untuk tenaga honorer di lingkungan Pemkab Muaraenim, bukan tenaga guru," ujar Bupati Muaraenim diwakili staf ahli Pemerintah Politik dan Hukum Pemkab Muaraenim Zubaidi, di sela-sela sosialisasi tentang Program Jaminan Sosial Non Pegawai Negeri di ruang rapat Pangripta Nusantara Bappeda Muaraenim, Selasa (11/10/2017).

Menurut Zubaidi, saat ini, Pemkab Muaraenim telah menganggarkan pada ABT APBD 2017 untuk BPJS sebesar Rp 70 ribu perbulan dan perorang dengan rincian BPJS Kesehatan Rp 53.200 dan BPJS Ketenagakerjaan Rp 16.800.

Namun yang menjadi masalah, sisa kekurangannya, sebab BPJS harus menanggung seluruh yang ada di dalam Kartu Keluarga (KK), sedangkan Pemkab Muaraenim hanya menganggarkan untuk satu orang yakni Pegawai honor tersebut.

Jika tenaga honorer harus membayar lagi tentu akan memberatkan mereka yang hanya menerima gaji Rp 600 - Rp 1 juta.

"Kita baru sanggup sebesar itu menganggarkannya, mungkin kedepan dicarikan solusinya terutama ke BPJS Kesehatan untuk tenaga non PNS ini," ujar Plt Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ini.

Ketika ditanya seberapa besar dana yang dianggarkan dan seberapa banyak tenaga honorer yang ikut program BPJS, Zubaidi mengaku tidak hapal sebab pada saat penganggaran dilakukan oleh OPD masing-masing termasuk jumlah tenaga honorer.

Sedangkan menurut Kepala BPJS Ketenagakerjaan Muaraenim yang diwakili oleh Kepala Bidang Pemasaran Yossi bahwa dalam BPJS Ketenagakerjaan ada empat program yang diselenggarakan yakni Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Namun untuk pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN) atau honorer hanya diberikan dua program yakni Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian, sedangkan JHT dan JP hanya untuk PNS/ANS.

Halaman
12
Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help