SriwijayaPost/
Home »

News

» Sains

Khayalan atau Kenyataan? Hidup dengan Makan Daging Laboratorium

Bulan Agustus lalu, miliarder pendiri Virginia Group, Richard Branson menulis di situs perusahaannya. Dia menceritakan soal investasinya

Khayalan atau Kenyataan? Hidup dengan Makan Daging Laboratorium
http://sains.kompas.com/
Daging ini dibuat dari 20.000 fiber otot yang ditumbuhkan dari sel punca. (David Parry/EPA) 

SRIPOKU.COM - Bulan Agustus lalu, miliarder pendiri Virginia Group, Richard Branson menulis di situs perusahaannya. Dia menceritakan soal investasinya di Memphis Meats dan mengungkapkan visinya mengenai masa depan makanan.

Berita Lainnya:  Ingin Daging Merah Empuk? Jangan Mencucinya karena Akan Menjadi Alot dan Kering

"Saya percaya bahwa dalam 30 tahun atau lebih, kita tidak perlu lagi membunuh hewan apa pun dan semua daging terbuat dari tanaman. Rasanya sama dan juga lebih sehat untuk semua orang. Membunuh hewan untuk makanan adalah sesuatu yang kuno," tulisnya dalam unggahan tersebut.

Branson adalah salah satu dari beberapa pemikir berpengaruh yang berinvestasi dalam sistem pangan berkelanjutan.

Branson tidak sendiri. Bersama dengan Bill Gates dan Cargill Inc, salah satu perusahaan pertanian terbesar di dunia, dia mendukung sebuah perusahaan start up bernama Memphis Meats.

Secara total, Memphis Meats sudah menerima dana sekitar 22 juta dollar AS atau sekitar Rp 297 miliar.

Memphis Meats sudah memproduksi daging ayam, daging sapi, dan juga daging bebek yang berasal sel punca hewan sehingga tidak lagi menggunakan hewan hidup.

Lalu, mengapa daging buatan ini penting bagi kehidupan planet kita?

Seiring dengan perubahan planet kita, Branson berpendapat bahwa menggunakan teknologi sangat penting untuk memuaskan hasrat kuliner manusia yang semakin meningkat. Alasannya tak lain adalah soal menyelamatkan lingkungan.

Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) menyatakan bahwa produksi pakan ternak menghabiskan 26 persen lahan di Bumi, sementara 13 miliar hektar hutan hancur karena digunakan sebagai lahan pertanian dan padang rumput setiap tahunnya.

Halaman
12
Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help