SriwijayaPost/

Didakwa hukuman Mati, Pemilik Sabu dan Pil Ekstasi Ini Terlihat Gemetar

Mendengarkan dakwaan hukuman mati, terdakwa M Iqbal hanya bisa pasrah, sesekali tubuhnya gemetaran.

Didakwa hukuman Mati, Pemilik Sabu dan Pil Ekstasi Ini Terlihat Gemetar
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Terdakwa M Iqbal saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Rabu (11/10/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - M Iqbal (28) terdakwa pemilik dua paket sabu seberat 1.914,14 gram dan 19 besar kantong berisi belasan ribu butir pil ekstasi harus menerima kenyataan dituntut hukuman mati di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Rabu (11/10/2017).

Warga Jln A Yani Lr KA Masjid Kelurahan 9-10 Ulu ini dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) karena didakwa kepemilikan barang haram tersebut.

Mendengarkan dakwaan tersebut, terdakwa yang mengenakan pakaian tahanan dan peci putih hanya bisa pasrah.

Sesekali tubuhnya gemetaran mengingat hukuman yang bakal diterimanya.

JPU, Neni Karmila SH dalam persidangan yang mengagendakan pembacaan tuntutan mengatakan terdakwa dituntut dengan pidana penjara seumur hidup.

Dari semua keterangan para saksi dan barang bukti yang dihadirkan di persidangan, terdakwa terbukti bersalah.

"Terdakwa melanggar pasal 112 ayat 2 UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika,” jelasnya dimuka persidangan.

Perbuatan terdakwa ini sudah meresahkan masyarakat dan tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas peredaran narkotika.

Sedangkan yang meringankan, terdakwa mengakui semua perbuatannya dan menyesalinya.

“ Terdakwa juga belum pernah dihukum,” tegas dia.

Atas tuntutan JPU tersebut, terdakwa melalui penasehat hukumnya dari Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Sejahtera Palembang, Wanida SH akan mengajukan pledoi atau pembelaan dan berharap keringanan dari majelis hakim.

“Kita akan buat pledoi bagi terdakwa, intinya kita berharap nanti ada keringanan hukuman bagi klien kami, harapnya.

Ketua Majelis Hakim, Saiman SH mengungkapkan, setelah jaksa membacakan surat tuntutan, terdakwa masih memiliki hak untuk menyatakan pledoi atau pembelaan sekaligus upaya terdakwa untuk memohon keringanan ke majelis hakim.

Seperti diketahui, terdakwa ditangkap polisi pada hari Rabu (26/4/2017) sekitar pukul 17.30 Wib di halaman parkir Hotel Maqdis di Jl A Yani.

Saat diamankan, terdakwa sedang menyandang tas ransel. Setelah tas ransel yang dibawa oleh terdakwa dibuka, terdapat 2 paket besar sabu seberat 1.914,14 gram. Serta 19 bungkus narkotika jenis ekstasi.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help