Konsumsi Solar Public Service Obligation Masih Tinggi. Ini Penyebabnya

Memang konsumsi untuk dexlite cenderung meningkat, karena belum seluruh SPBU menjual dexlite

Konsumsi Solar Public Service Obligation Masih Tinggi. Ini Penyebabnya
SRIPOKU.COM/SYAHRUL HIDAYAT
ilustrasi

Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Meski PT Pertamina telah menghadirkan jenis bahan bakar baru, yakni Dexlite dan Pertamina Dex beberapa waktu lalu, namun nyatanya konsumsi Solar Public Service Obligation (PSO) masih cukup tinggi.

Dikatakan Area Manager Communication & Relations PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) II Sumbagsel, M Roby Hervindo, Solar PSO masih mendominasi pasar, saat ini komposisi solar PSO sekitar diangka 97 Persen.

Sementara dexlite terus meningkat dr 0,5 persen di awal 2017 kini meningkat hampir 1 persen.

"Jika kita lihat data penyaluran, tidak ada penurunan jumlah penyaluran solar. Memang konsumsi untuk dexlite cenderung meningkat, karena belum seluruh SPBU menjual dexlite," jelasnya, Senin (9/10/2017).

Robby menambahkan, saat ini konsumsi solar memang lebih tinggi di wilayah-wilayah terutama yang terdapat banyak industri.

"Paling tinggi Provinsi Babel. Disana banyak industri tambang," ujarnya.

Guna memacu penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) Dex dan Dexlite, Pertamina sendiri Pertamina melakukan edukasi kepada konsumen otomotif mengenai kualitas berbagai produknya.

Kemudian, Pertamina juga terus menambah jumlah poin distribusi Dexlite dan pertamina Dex.

"kami terus mengedukasi ke masyarakat untuk menggunakan dexlite/pertamina dex. Karena selain kualitasnya lebih baik, penggunaan bahan bakar non subsidi dan non penugasan juga berdampak positif pada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Semakin banyak penggunaan bahan bakar non subsidi dan non penugasan, semakin besar PAD," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Rahmaliyah
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help