SriwijayaPost/

5 Pabrik Nissan di Jepang Bermasalah

Pihak Kementerian Transportasi Jepang melakukan inspeksi lima pabrik dari total enam fasilitas milik Nissan Motor.

5 Pabrik Nissan di Jepang Bermasalah
SRIPOKU.COM/REFLI PERMANA
Ilustrasi - Nissan Navara yang kini mulai menjadi kendaraan masyarakat perkotaan 

SRIPOKU.COM - Tokyo – Pihak Kementerian Transportasi Jepang melakukan inspeksi lima pabrik dari total enam fasilitas milik Nissan Motor. Pada kujungannya mereka menemukan adanya prosedur yang salah dalam proses final produk.

Berita Lainnya:
SUV Makin Dicari, Nissan X Trail tak Kalah Laris

Mengutip Reuters, Minggu (8/10/2017), temuannya adalah dokumen mobil yang akan dipasarkan domestik, ditandatangain oleh teknisi yang tidak bersertifikat. Pihak kementerian kemudian menyesalkan atas apa yang dilakukan Nissan.

Komentar tersebut membuat produsen mobil terbesar kedua Jepang, pada hari yang sama Jumat (6/10.2017), mengumkan menarik (recall) 1,2 juta unit mobil penumpang yang terjual di dalam negeri pada tiga tahun terakhir, karena masalah ini.

Kendaraan yang ditujukan untuk pasar domestik, wajib menjalani prosedur akhir tambahan yang dilakukan oleh teknisi bersertifikat, sebelum terdaftar di kementerian transportasi. Teknisi yang tidak bersertifikat di Nissan tersebut, termasuk para pekerja kontrak.

"Sangat disesalkan, ini menyebabkan kecemasan pengguna dan mengguncang dasar sistem sertifikasi. Kementerian bekerja untuk mengetahui apakah dan seberapa luas praktik itu diketahui,” ujar Keiichi Ishii, Menteri Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang.

Penggunaan personel yang tidak bersertifikat merupakan kesalahan utama kedua, yang melibatkan produsen mobil Jepang dalam waktu kurang dari dua tahun, setelah Mitsubishi Motors yang mengacaukan pengujian ekonomi bahan bakar beberapa model, untuk pasar dalam negeri.

Penulis: Ghulam Muhammad Nayazri

Berita Ini Sudah Diterbitkan di Situs http://otomotif.kompas.com/ dengan Judul:
Lima Pabrik Nissan di Jepang Bermasalah

Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help