Wajib Pajak Kendaraan Terkejut Ada Tambahan Biaya. Ini Jawaban KUPTB

Setelah saya baca di surat ketetapan pajak ternyata ada tambahan sebesar Rp 25 ribu untuk pengesahan STNK yang tahun lalu ini tidak ada

Wajib Pajak Kendaraan Terkejut Ada Tambahan Biaya. Ini Jawaban KUPTB
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Seorang wajib pajak mengamati rincian biaya pada surat ketetapan pajak di STNK yang baru diurusnya di kantor Samsat. 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sejumlah wajib pajak kendaraan bermotor dikejutkan dengan adanya tambahan biaya usai membayar PKB di kantor Samsat.

"Setelah saya baca di surat ketetapan pajak ternyata ada tambahan sebesar Rp 25 ribu untuk pengesahan STNK yang tahun lalu ini tidak ada," ungkap Izar, Kamis (5/10/2017).

Ketika hal ini dikonfirmasikan, KUPTB Palembang II Herryandi Sinulingga Ap mengatakan terhitung mulai 6 Januari 2017 telah diterapkan regulasi baru Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku pada layanan samsat di seluruh Indonesia termasuk di UPTB Palembang II.

Dengan aturan tersebut, terdapat kenaikan tarif untuk sejumlah biaya pengurusan administrasi kendaraan, seperti BPKB, STNK dan TNKB.

"Kebijakan ini berlaku secara nasional mulai 6 Januari, kami sudah sosialisasikan dengan menyebar pengumuman, baik di counter layanan UPTB seluruh sumsel termasuk media online dan media cetak lainya," ujar KUPTB Palembang II Herryandi Sinulingga Ap.

Pemberlakuan regulasi ini sejalan dengan ditandatanganinya Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang jenis dan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai pembaruan dari PP Nomor 50 Tahun 2010 yang berlaku sebelumnya.

Sementara untuk penghitungan pajak progresif kendaraan bermotor khususnya roda 4 dikenakan mengacu pada Perda No 3 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah tentang Pajak daerah pasal 8 pajak progresif dikenakan berdasarkan kepemilikan nama dan alamat domisili yang sama akan dikenakan pajak kendaraan progresif dengan rincian sebagai berikut:

1. Mobil pertama tidak dikenakan pajak progresif

2. Mobil ke dua dikenakan pajak progresif sebesar 2 persen.

Halaman
123
Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help