Benarkah Denda Pajak Kendaraan Telat Sehari Sama dengan Denda Setahun?

Ternyata ada rumus menghitung Denda Pajak STNK Motor dan Mobil yang telat walaupun telat satu hari, dua hari, satu bulan, dua bulan

Benarkah Denda Pajak Kendaraan Telat Sehari Sama dengan Denda Setahun?
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Para wajib pajak kendaraan bermotor antre di Kantor Samsat Palembang 2 pasca liburan panjang lebaran Idul Fitri 1438H, Senin (3/7/2017) pukul 12.00. 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Siapa bilang Denda Pajak STNK telat satu hari sama dengan satu tahun.

Kepala UPTB Palembang II, Herryandi Sinulingga Ap mengajak waji pajak kendaraan menyimak Cara Menghitung Denda Pajak STNK Motor dan Mobil yang Telat 1 Tahunan atau lebih.

Di tahun 2017 ini, pengurusan surat-surat pajak kendaraan bermotor ada tambahan Pemasukan Negara Bukan Pajak yang dibebankan kepada wajib pajak.

"Contohnya. Bayar pajak tahunan selain bayar pokok pajak STNK, kita juga kena biaya pengesahan STNK senilai 25.000 untuk motor dan 50.000 untuk mobil.

Tidak ada alasan untuk tidak membayar pajak motor, walaupun telat 2, 3, 4 tahun bayar aja.

Tidak perlu risau dengan besarnya denda pajak STNK yang telat 1, 2, 3, 4 tahun.

Semua akan jelas setelah kita baca penjelasan singkat ini," ungkap Kepala UPTB Palembang II, Herryandi Sinulingga Ap, Kamis (5/10/2017).

KUPTB Palembang II, Herryandi Sinulingga Ap
KUPTB Palembang II, Herryandi Sinulingga Ap (SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ)

Ditambahkanya lagi bahwa ada yang bilang denda Pajak Motor dan Mobil telat 1-2 hari sama dengan denda satu tahun, sehingga pemilik kendaraan membiarkannya hingga satu tahun kemudian baru dibayar.

"Itu tidak benar. Ternyata ada rumus menghitung Denda Pajak STNK Motor dan Mobil yang telat walaupun telat satu hari, dua hari, satu bulan, dua bulan dan seterusnya.

Halaman
123
Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help