SriwijayaPost/

Alasan tak Punya Uang untuk Mudik ke Baturaja, Budi Colong Kotak Amal

Setelah berada di musala dia melihat kotak amal, lalu bermodalkan sebuah obeng dia membongkar paksa kotak amal tersebut.

Alasan tak Punya Uang untuk Mudik ke Baturaja, Budi Colong Kotak Amal
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Budi (32) yang nekat nyolong sebuah kotak amal di perkantoran Badan Narkotika Nasional (BNN) Jakabaring, Rabu (13/9/2017), diamankan Satreskrim Polresta Palembang. 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Odi Aria Saputra

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Berdalih tak memiliki uang untuk ongkos mudik ke kampung halamannya di Baturaja, Budi (32) nekat nyolong sebuah kotak amal di perkantoran Badan Narkotika Nasional (BNN) Jakabaring, Rabu (13/9/2017).

Sialnya, belum berhasil menikmati uang hasil curiannya.

Budi keburu ketahuan oleh satpam yang berada di perkantoran BNN.

Adapun modus yang dilakukan pria dengan tubuh penuh tato ini dengan cara berpura-pura masuk untuk salat.

Setelah berada di musala dia melihat kotak amal, lalu bermodalkan sebuah obeng dia membongkar paksa kotak amal tersebut.

"Saya buka menggunakan obeng yang saya temukan di jalan. Isi celengan itu Rp 110 ribu pak," katanya saat ditemui di ruang piket Sat Reskrim Polresta Palembang, Kamis (14/9/2017).

Usai ketahuan oleh petugas Budi sempat berusaha kabur, namun karena ulahnya ketahuan massa pun mengejarnya sehingga pelaku berhasil diamankan di sekitar SPBU Jakabaring.

Warga yang kesal sempat menjadikan Budi bulan-bulanan hingga babak belur.

Diakuinya, aksi nekat ia lakukan demi untuk mencari ongkos pulang kampung.

Ia tak tahan hidup di ibukota Sumsel ini karena selama sebulan di Palembang, Budi hidup asal-asalan, dan tidur di bawah Jembatan Ampera.

Untuk makan, ia hanya meminta-minta kepada orang-orang yang berbaik hati.

"Saya mengambil celengan itu niatnya buat ongkos pulang ke Baturaja. Nodong tidak berani, jadi minta-minta saja," jelasnya.

Sementara Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara mengatakan atas ulahnya pelaku terancam akan dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara.

Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help