SriwijayaPost/

Pungli PTT Medis di Muba Terungkap, Dodi Janji Seleksi Ulang dan Libas Pelakunya

Ia tergiur melihat ada PTT Medis yang ditempatkan di Puskesmas tersebut, dengan membawa SK padahal belasan tahun mengabdi belum ada SK sama sekali.

Pungli PTT Medis di Muba Terungkap, Dodi Janji Seleksi Ulang dan Libas Pelakunya
SRIPOKU.COM/FAJERI
Sejumlah korban pungli penerimaan PTT Medis Muba ketika memberikan keterangan di Inspektorat Muba. 

SRIPOKU.COM, SEKAYU--Teka-teki pungutan liar dalam dugaan pungutan liar (Pungli) pegawai tidak tetap (PTT) Medis di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), akhirnya terbuka jelas.

Hal tersebut ditandai dengan sejumlah tenaga honor kesehatan mendatangi Inspektorat Muba dalam mengadukan nasib mereka.

Enam orang pegawai honor tersebut mendatangi Inspektorat Muba, sekitar pukul 11.00 WIB dengan membawa sejumlah bukti tanda setoran uang tunai yang dibuatkan dalam kwitansi bermaterai.

Menurut keterangan dari salah satu korban yakni RR, bahwa ia bersama temannya melakukan penyetoran uang dilakukan beberapa tahap disebuah rumah makan di Sekayu. Pada penyetoran tersebut korban PW setor 30 juta, S setor 33 juta, AM setor 30 juta, NW setor 48 juta, AN setor 33 juta, dan RR setor 33 juta

"Penyetoran dilakukan tergantung jumlah besaran seperti PTT pusat dan PTT daerah. NW, AN, dan saya sendiri menyetor uang pada 23 Mei 2017, dibuatkan kwitansi apabila tidak keluar SK pada bulan September uang dikembalikan," kata RR, ketika dibincangi, Rabu (13/9).

Ia menjelaskan bahwa dirinya bersama enam orang lainnya merupakan TKS Puskesmas Sukadamai, Kecamatan Palakat Tinggi, Muba.

Ia tergiur melihat ada PTT Medis yang ditempatkan di Puskesmas tersebut, dengan membawa SK padahal mereka sudah belasan tahun mengabdi belum ada SK sama sekali.

"Awalnya kami ini merasa iri, karena setiap ada orang baru yang datang selalu membawa SK penempatan. Lepas dari sana kami bertemu pertama kali dengan Mega di SP 3, oknum ASN Mega saat itu mau membeli sawit, dan saat itu ia mencari pegawai kontrak dengan dijanjikan akan ada SK PTT untuk 10 orang," ungkapnya.

Karena tergiur dan ingin merubah nasib kami mengikuti itu semua, kami bertanya apakah ini ada yang tanggung jawab dan ia menjanjikan bahwa akan keluar SK dan ia juga membawa nama seorang pimpinan anggota DPRD Muba.

"Harapankan kami saat ini jika ada peluang kami ingin diterbitkannya SK, jika tidak kami ingin uang tersebut kembali seutuhnya sesuai perjanjian," tegasnya..

Halaman
12
Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help