SriwijayaPost/

Pasang Tiang Listrik Tanpa Izin, PLN Digugat Membayar Sewa Sejak Tahun 1985, Nilai Sewanya Setahun

Sebelum gugatan ini diajukan, pihaknya sudah beberapa kali mengirimkan surat somasi ke penggugat terkait.

Pasang Tiang Listrik Tanpa Izin, PLN Digugat Membayar Sewa Sejak Tahun 1985, Nilai Sewanya Setahun
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Suasana di ruang persidangan PN Palembang dalam kasus gugatan warga pemilik rumah terhadap PLN, Rabu (13/9/2017) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Lantaran telah memasang tiang listrik tanpa izin pemilik rumah, Winardi SH dari tahun 1985- 3 Mei 2017 di Jalan Mayor Zen Lorong Segaran No 05 RT 20/06 Kelurahan Sungai Selayur Kecamatan Kalidoni, Palembang, akhirnya dilakukan gugatan secara perdata terhadap PT PLN (Persero) dalam hal ini, Direktur Utama (tergugat 1), GM PT PLN (Persero) WS2JB (tergugat II) dan Manager PT PLN (persero) area Palembang (tergugat III) ke Pengadilan Negeri (PN) Palembang.

Dalam persidangan perdana yang dipimpin majelis hakim, Andi Syarifudin SH tersebut, dari pihak pengugat dihadiri secara langsung yang bersangkutan, Winardi SH dan tim dari kantor hukum Winardi dan Partners.

Sementara dari pihak PT PLN atau tergugat diwakili oleh jaksa pengacara negara (JPN). Hanya saja, sidang yang mengagendakan pembacaan gugatan dari pihak penggugat ditunda dikarenakan pihak tergugat merasa surat panggilan tidak sampai ke tergugat di Jakarta.

“ Seharusnya surat ini disampaikan ke para pihak termasuk tergugat, apalagi alamat dan statusnya jelas. Jadi akan kembali kita panggil secara patut untuk menghadiri sidang,” ungkap Ketua Majelis Hakim,
Andi Syarifudin SH di PN Palembang, Rabu (13/9).

Karena itulah, sesuai dengan mekanisme persidangan, majelis hakim memberikan kesempatan bagi semua pihak yang berperkara ini untuk menempuh jalan damai dengan mediator dari hakim PN Palembang.

Sementara, penggugat, Winardi SH yang ditemui usai persidangan mengatakan, sebelum gugatan ini diajukan, pihaknya sudah beberapa kali mengirimkan surat somasi ke penggugat terkait pemasangan tiang listrik
yang tidak ada izin sama sekali.

Baik itu secara lisan ataupun tulisan, hingga akhirnya dipindahkan dari dalam pekarangan rumah ke sudut depan pekarangan rumah.

Karena itu, sebagai bentuk upaya penegakan hukum dan keadilan atas hak tersebut, pihaknya mengajukan gugatan perdata ke PN Palembang.

Sedangkan isi dalam gugatan tersebut, meminta agar PT PLN membayar uang sewa dari tahun 1985 atas penggunaan lahan tersebut sebesar Rp 20 juta/tahun.

Sedangkan saat di konfirmasi kepada perwakilan dari PT PLN khususnya dari tergugat 2 dan tergugat 3 yang diwakili Jaksa Pengacara Negara (JPN), enggan berkomentar dan memilih meninggalkan ruang sidang.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help