SriwijayaPost/

Khawatir Lansia tak Mampu Laksanakan Thawaf & Sai, Masjidil Haram Beri Kemudahan Lewat Jasa Ini

Bagi jemaah haji yang lanjut usia dalam kondisi lemah atau sakit, yang khawatir tidak mampu melakukan thawaf dan sai secara mendiri, sepertinya tidak

Khawatir Lansia tak Mampu Laksanakan Thawaf & Sai, Masjidil Haram Beri Kemudahan Lewat Jasa Ini
SRIPOKU.COM/HUSIN
Beberapa petugas mengevakuasi seorang jemaah yang jatuh pingsan. 

SRIPOKU.COM, MEKKAH -- Bagi jemaah haji yang lanjut usia dalam kondisi lemah atau sakit, yang khawatir tidak mampu melakukan thawaf dan sai secara mendiri, sepertinya tidak perlu bersedih.

Di Masjidil Haram, ada jasa layanan dorong pakai kursi roda. Tarif standar sudah dipatok, namun nyatanya tergantung  hasil negosiasi.

Terkait layanan jasa kursi roda ini, panitia haji Indonesia selalu mengingatkan jemaah haji untuk tidak memakai jasa kursi roda illegal, dan harus memakai jasa resmi yang ada di Masjidil Haram. 

Disebutkan pula, tarif resmi jasa kursi roda sebesar 200 riyal atau setara Rp 720 ribu, dengan kurs Rp 3600/riyal.

Dari hasil penelusuran Sripoku.com di Masjidil Haram, ternyata tarif jasa kursi roda jauh berbeda.

Saat umrah wajib saja dipatok 250 riyal. Itu pun pemakai jasa (jemaah haji) harus dibawa ke Masjidil Haram,

tidak diambil dari hotel atau pemondokan tempat jemaah menginap. Tentu saja, hal ini merepotkan jemaah itu sendiri.

Lantaran merepotkan, makanya jemaah haji memakai jasa Mukimin (orang Indonesia yang menetap di Mekkah). Ternyata tarif tidak lagi 250 riyal, melainkan 350-400 riyal/jemaah.

Dari jumlah ini,  tidak semua mukimin mendapatkannya, karena saat di Masjidil Haram, mukimin dilarang membawa kursi roda dan mendorongnya, terkecuali keluarga (mahram).

Jemaah haji yang menggunakan jasa layanan dorong pakai kursi roda sewaktu melakukan thawaf dan sai.
Jemaah haji yang menggunakan jasa layanan dorong pakai kursi roda sewaktu melakukan thawaf dan sai. (sripo/husin)

Agar tidak terjadi keributan, mukimin menyerahkan jasa dorongan kepada petugas lebih dengan biaya Rp 250 riyal.

Halaman
123
Penulis: Husin
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help