SriwijayaPost/

YS Oknum PNS di Kabupaten PALI Ini Terancam Masuk Penjara, Ini Dugaan Perbuatannya

Stelah dilakukan penyelidikan ditemukan dugaan beberapa pemalsuan tanda tangan lainnya terhadap para perawat di RSUD Talang Ubi PALI.

YS Oknum PNS di Kabupaten PALI Ini Terancam Masuk Penjara, Ini Dugaan Perbuatannya
TRIBUN SUMSEL/ARI WIBOWO
Tersangka YA (Berkerudung) saat akan dilimpahkan Satreskrim Polres Muaraenim ke Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Muaraenim, Selasa (12/9/2017) 

SRIPOKU.COM, PALI - Oknum PNS di Kabupaten PALI, terpaksa mendekam di penjara atas dugaan tindak pidana korupsi dengan memalsukan tanda tangan, saat mengabdi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tahun 2012/2013 lalu.

Informasi yang dihimpun Tribun, di Mapolres Muaraenim, oknum PNS, Ys (43) warga Kelurahan Talang Ubi Barat,  PALI diciduk oleh petugas Polres Muara Enim, 5 September 2017 lalu.

Atas dugaan perkara tindak pidana korupsi penggunaan dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Talang Ubi, Kabupaten PALI, untuk pembayaran Remunerasi Jasa Karyawan RSUD Talang Ubi Pendopo tahun 2012 s/d 2013.

Ia dijerat Pasal 2, pasal 3 dan Pasal 9 UU RI nomor 31 tahun 1999, Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang diubah dengan undang undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi

Dengan bukti dasar Laporan Polisi Nomor : LP/A-57/X/2013/Sumsel/Res Ma. Enim, Tanggal 25 Oktober 2013 lalu. Pelapor Bripka mzh. Sitorus(36), anggota Polres Muaraenim.

Kronologis kejadian tindak pidana korupsi, Senin 07 Oktober 2013 lalu , sekira pukul 09.00 bertempat di ruang meja rapat Direktur RSUD Talang Ubi Kelurahan Pasar Bhayangkara Kecamatan Talang Ubi, PALI.

Diketahui bahwa pada bulan Agustus 2013, oleh direktur RSUD PALI dan dokter Feri selaku PPK bahwa adanya dugaan pemalsuan tanda tangan pada dokumen bukti pertanggungjawaban lembaran lembaran Daftar tanda terima insentif langsung RSUD Talang Ubi, PALI.

Kapolres Muara Enim, AKBP Leo Andi Gunawan, SIK melalui Kasubag Humas Polres Muaraenim, AKP Arsyad mengatakan setelah dilakukan penyelidikan ditemukan dugaan beberapa pemalsuan tanda tangan lainnya terhadap para perawat RSUD Talang Ubi yang menerima uang alokasi jasa langsung tersebut.

"Diduga Ys memalsukan tanda tangan pada daftar tanda terima insentif tersebut dengan maksud daftar tanda terima insentif tersebut digunakan oleh Ys sebagai bukti pertanggung jawaban atas penggunaan dan pendistribusian uang insentif jasa yang telah dicairkan dan yang telah dibagikan olehnya," kata AKP Arsyad.

Namun kuat dugaan bahwa uang insentif jasa pegawai RSUD Talang Ubi yang telah didistribuskan olehnya tidak sama nilainya antara besaran nominal yang ada pada daftar tanda terima insentif dengan yang telah diterima oleh masing masing kepala ruangan atau karyawan RSUD lainnya.

Diketahui bahwa dana jasa insentif yang dicairkan berdasarkan pengajuan Ys telah diperbesar ( mark up ) dari jasa yang seharusnya diajukan.

Atas kejadian tersebut Negara dirugikan sebesar Rp. 101.000.000,- ( seratus satu juta rupiah ) .

"Saat ini Berkas Perkara (BP) Tersangka Ys, sudah dinyatakan lengkap (P21) oleh Jaksa Penuntut Umum ( JPU) Kejaksaan Negeri Muaraenim dan hari ini Selasa tanggal 12 September 2017 dan tersangka dan barang bukti diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Muaraenim," ungkap AKP Arsyad.

"Barang bukti yang diamankan Dokumen Pertanggung Jawaban, Dokumen Rekap Penerimaan jasa Renumrasi, Buku Kontrol, Surat Keputusan Pegawai, Surat Keputusan tim remunerasi," jelas AKP Arsyad.

Penulis: wartawan
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help