SriwijayaPost/

Update SFC

Mantan Pelatih Kiper ini Ungkap 3 Hal yang Bikin Sriwijaya FC Terpuruk dan Harus Dibenahi

"Semua orang yang merasa berkaitan dengan SFC harus memberikan suport yang lebih karena sangat sulit membangkitkan semangat tim

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Sriwijaya FC menjalani 23 pertandingan, 7 kali kalah, 7 kali imbang dan 9 kali kalah, serta berada di posisi ke- 12 klasemen Liga I Indonesia.

Posisi yang tidak menguntungkan bagi Laskar Wong Kito, yang memiliki reputas sebagai tim juara.

Pengamat Sepakbola Indrayadi menilai, banyak faktor yang mempengaruhi Sriwijaya FC. Sebab, jika bicara materi pemain seperti tidak kalah dari tim-tim lain.

"Kalau kita bicara materi pemain rasanya tim SFC tidak kalah dengan tim tim lain, tapi kalau kita lihat cara main SFC, maka timbul banyak pertanyaan, kenapa main kita tidak menunjukan bahwa kita tim dengan materi hebat," ujarnya.

Fauzi (kanan), penjaga gawang Sriwijaya FC yang baru, melakukan latihan perdana dengan pelatih Indrayadi (kiri), di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sumsel, Kamis (12/3).
Fauzi (kanan), penjaga gawang Sriwijaya FC yang baru, melakukan latihan perdana dengan pelatih Indrayadi (kiri), di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sumsel, Kamis (12/3). (SRIPOKU.COM/SYAHRUL HIDAYAT)

1.Celah Besar di Lini Pertahanan

Dia pun melihat ada celah besar di lini pertahanan, apalagi pelatih beberapa kali terlihat melakukan eksperimen.

"Saya bicara tim, memang secara tim kita lihat lobang besar dipertahanan SFC, sudah berapa kali pelatih coba ekprimen dengan mengonta-gantikan pasangan stoper kita dan memainkan bek kanan kiri yang berganti ganti."

"Tapi hasilnya tetap tidak maksimal. Intinya SFC butuh skipper (pemimpin) di lini pertahanan." kata Indra.

2. Butuh Tandem Bek Asing

"Satu saja masalahnya kita harus dapat stoper asing yg berkualitas yang bisa jadi panutan dan bisa jadi komando
dibarisan belakang. Pemain ini bisa dipasangkan dengan stoper manapun yang dimiliki saat ini," ujar Indra.

Halaman
123
Penulis: Hendra Kusuma
Editor: Hendra Kusuma
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help