SriwijayaPost/

Kementerian Hukum dan HAM Sumsel,: Tes Ini Dak Katek Korupsi, Kolusi, Nepotisme dan Biaya

Ada sekitar 5000 peserta yang melanjutkan tesnya. Dan dibagi menjadi dua seksi pagi dan siang. Tahapan pertama 2500 peserta dan tahapan kedua 2500

Kementerian Hukum dan HAM Sumsel,: Tes Ini Dak Katek Korupsi, Kolusi, Nepotisme dan Biaya
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Peserta tes CPNS Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM, Sumatera Selatan, Senin (11/9/2017), memadati area parkir lapangan Stadion Kamboja di Jalan Mayor Santoso, Kelurahan 20 Ilir DIII, Kecamatan IT I Palembang. 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Andi Wijaya

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Setelah mengikuti tahapan tes administrasi, ribuan peserta seleksi CPNS kantor wilayah Kementerian Hukum dan HAM, Sumatera Selatan, Senin (11/9/2017), memadati area parkir lapangan Stadion Kamboja di Jalan Mayor Santoso, Kelurahan 20 Ilir DIII, Kecamatan IT I Palembang.

Mereka ingin melihat langsung hasil tes kelulusan administrasi.

Bagi peserta yang lulus tes langsung mengikuti tes lanjutan.

"Ada sekitar 5000 peserta yang melanjutkan tesnya. Dan dibagi menjadi dua seksi pagi dan siang. Tahapan pertama 2500 peserta dan tahapan kedua 2500 peserta.

Untuk mengikuti tes seperti pengukuran tinggi badan, laki-laki 160 dan perempuan 155, verifikasi seluruh ijazah, KTP, akta kelahiran, yang sesuai dengan administrasi sebelumnya," ungkap Kakanwil Sumsel, Sudirman D Huri melalui Kepala Divisi Permasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumsel, Zulkipli.

Dijelaskan Zulkipli, peserta yang lulus akan mendapatkan nomor ujian untuk melanjutkan tes selanjutnya.

"Setelah ini peserta akan melanjutkan ke tes selanjutnya yakni tes CAT (Computer Assited Tes) pada tanggal 25 September mendapat, dengan lokasi di Universitas Bina Darma dan BKN, karena tes ini menggunakan komputer," bebernya.

Peserta yang lulus nanti akan mengisi kekosongan-kekosongan yang ada di lapas, rutan, bapas, dan rubasan.

"Karena kita sekarang ini, pegawai di divisi permasyarakatan Rutan, Lapas, Bapas dan rubasan, ini memang banyak kekurangan pegawai, dikarenakan banyak sudah pensiun, namun tidak ada penggantinya," bebernya.

Halaman
12
Penulis: Andi Wijaya
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help