SriwijayaPost/

Dana Bantuan Gubernur Giring Mantan Kades ke Penjara Selama 14 Bulan, Begini Ceritanya

Mantan Kades ini Terima Bantuan Gubernur Sumsel Rp 100 juta untuk kegiatan PKK, Karang Taruna dan lain-lain. Tapi Justru Membuatnya Masuk Penjara.

Dana Bantuan Gubernur Giring Mantan Kades ke Penjara Selama 14 Bulan, Begini Ceritanya
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Zaibi, saat mengikuti sidang vonis hakim di Pengadilan Tipikor Klas 1A Palembang, Senin (11/9/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Zaibi Alatas (59) dipastikan akan menjalani hukuman selama 14 bulan penjara di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) setelah dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi  kucuran dana bantuan Gubernur Sumsel tahun 2014.

Dana tersebut untuk kegiatan PKK, posyandu, karang taruna, usaha ekonomi kreatif, tambahan penghasilan Kades, tambahan penghasilan perangkat desa, biaya operasional dan pelaporan, tambahan penghasilan BPD, tambahan penghasilan LPMD dan tambahan penghasilan P3N.

"Berdasarkan keterangan saksi-saksi dan bukti diajukan kepersidangan unsur perbuatan terdakwa Zaibi terpenuhi. untuk itu menghukum terdakwa selama satu tahun dan dua bulan penjara dikurangi selama terdakwa menjalani masa penehanan,"ungkap hakim Eliwarti SH ketika membacakan amar putusan diruang sidang Pengadilan Tipikor Klas IA Khusus Palembang, Senin (11/9).

Selain dijatuhi hukuman penjara, sambung Eliwarti, terdakwa Zaibi yang tercatat sebagai warga Dusun II Desa Way Wangi Seminung, Kecamatan Warkuk Ranau Selatan Kabupaten OKU Selatan ini dibebani membayar pidana denda sebesar Rp 50 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka dapat diganti dengan kurungan penjara selama satu bulan.

"Membebani terdakwa membayar Uang Pengganti sebesar 24,7 Juta, jika UP tersebut tidak dapat dibayar dengan setelah putusan, maka dapat diganti dengan kurungan penjara selama satu bulan," katanya.

Vonis hakim ini sedikit rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari OKU Selatan, Junio Rahmandre SH.

Sebelumnya JPU mengganjar terdakwa Zaibi dengan pidana penjara sama satu tahun dan empat bulan penjara serta pidana denda Rp 50 juta subsdier tiga bulan penjara karena terbukti didakwa pasal subsider dalam pasal 3 ayat (1) Jo pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi‎, dan juga harus membayar UP sebesar Rp 24,7 Juta dengan ketentuan apabila tidak dapat membayar UP tersebut maka dapat diganti dengan kurungan penjara selama lima bulan.

Setelah mempertimbangkan putusan majelis ‎dan tuntutan JPU, terdakwa Zaibi langsung menerima vonis yang
dibacakan di persidangan.

"Saya terima majelis hakim," kata terdakwa seraya menundukan kepala sembari menyesali perbuatannya.

Diketahui, terdakwa Zaibi yang merupakan kades setempat pada tahun 2014 mendapatkan dana bantuan dari Gubernur Sumsel sebesar Rp 100 juta yang diperuntukkan bagi kegiatan PKK, posyandu, karang taruna, usaha ekonomi kreatif, tambahan penghasilan Kades, tambahan penghasilan perangkat desa, biaya operasional dan pelaporan, tambahan penghasilan BPD, tambahan penghasilan LPMD dan tambahan penghasilan P3N.

Hanya saja setelah dilakukan pemeriksaan oleh inspektorat Kabupaten OKU Selatan, jumlah dana yang direalisasikan ke masyarakat tidak mencapai Rp 100 juta atau terdapat kerugian negara Rp 60 Juta‎ .

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help