SriwijayaPost/

Kasihan! Pria Ini Menangis di Malam Pertama. Alasannya Buat yang Mau Menikah Mikir, Ternyata Wanita

Apalagi bagi sepasang pengantin, harusnya bisa berbahagia usai melangsungkan pernikahan. Mereka menjadi raja dan ratu sehari. Tapi sayangnya, memp

Kasihan! Pria Ini Menangis di Malam Pertama. Alasannya Buat yang Mau Menikah Mikir, Ternyata Wanita
Istimewa

Dikatakan ustaz itu, ada pelajaran beharga yang dapat dipetik dari kisah Abdul. 

Menikah bukan saja soal bermegah dan terlihat mewah. 

Baca:

Kisah Nyata, Ustaz Ini Menangis Saat Mandikan Jenazah Pria Mengeluarkan Belatung. Rupanya Mulutnya

Kisah Nyata Mengerikan, Saat Dimandikan Jasad Gadis SMA Ini Kemaluannya Busuk. Tak Disangka Dia

Menikah adalah urusan jangka panjang, dengan tujuan bahagia dan mencari ridho Allah. 

Berikut 8 Syarat Resepsi Nikah Dalam Islam

1. Luruskan Niat, Supaya Selamat

Hendaknya resepsi pernikahan diselenggarakan dengan niat yang benar yaitu mengikuti sunnah Rasulullah SAW.

2. Membuat dan Menyediakan Hidangan Sesuai Kemampuan

Bersikap sederhana dalam mengadakan resepsi pernikahan akan menghindarkan umat Islam terjerat dari utang. Rasulullah pernah berkata kepada Abdurrahman bin Auf,

“Adakanlah walimah walaupun hanya dengan seekor kambing.” (HR. Abu Dawud)

Seorang tuan rumah tidak perlu memberatkan diri di luar batas kemampuannya untuk menyediakan hidangan bagi para undangan.

3. Mengundang Karib Kerabat, Tetangga dan Rekan-rekan Seagama, Baik dari Golongan Kaya Maupun Miskin

Dalam hadits riwayat Ibnu Majah Nabi bersabda,

“Umumkan nikah.”

Pengumuman ini biasa dilakukan dengan cara resepsi pernikahan dan mengundang orang-orang terdekat untuk datang. Mengundang karib kerabat dalam acara walimah akan mempererat tali silaturahmi.

4. Tidak Berlebihan

Allah SWT berfirman dalam Alquran surat al-A’raaf,

“Dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”

5. Menyediakan Tempat Terpisah Bagi Tamu Laki-laki dan Perempuan

Hal ini untuk menghindari adanya ikhtilath, yaitu percampuran lawan jenis. Allah berfirman dalam QS. An-Nur: 30-31,

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka.” Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya.” (QS. An Nur: 30-31)

6. Tidak Mengisi Acara Resepsi dengan Perkara Mungkar (Maksiat)

Jika undangan sebuah walimah berisi perkara-perkara munkar, maka wajib bagi yang diundang untuk tidak menghadirinya. Kamu tidak mau acara resepsi pernikahanmu sepi hadirin, bukan?

Kehadiran lagu-lagu dengan lirik tidak mendidik dapat melalaikan si pendengar dari dzikrullah.

Lebih parah lagi jika kehadiran mereka dapat membangkitkan syahwat para tamu undangan.

Meski demikian, Islam memperbolehkan penggunaan alat-alat musik yang berupa rebana di resepsi pernikahan.

7. Sebaiknya Resepsi Pernikahan Diadakan Setelah Dukhul

Ulama antar-madzhab sepakat bahwa resepsi pernikahan disunnahkan diadakan setelah dukhul atau terjadinya hubungan intim antara suami-istri. Bukan sebelumnya seperti biasa terjadi di Indonesia.

Namun, seandainya diadakan sebelum dukhul, tetap dapat sunnahnya walimah. Jadi jika kamu mengadakan resepsi pernikahan tidak bersamaan dengan akad nikah, hal itu justru dianjurkan.

Tetapi ingat, jangan melakuakn resepsi pernikahan sebelum akad nikah ya.

8. Orang yang Diundang Wajib Mendatangi Undangan Pernikahan, Kecuali Udzur Syari

Wajib mendatangi undangan bagi yang orang diundang ke acara resepsi pernikahan. Rasulullah SAW bersabda,

Apabila salah seorang dari kalian diundang ke walimah, hendaklah ia mendatanginya. (HR Bukhari dan Muslim)

Penulis: Candra Okta Della
Editor: Candra Okta Della
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help