SriwijayaPost/

70 Jenazah Dibakar di Belitang OKU Timur

Upacara berlangsung semarak tidak boleh ada tangisan. Kepercayaan kami kalau menangis akan menghambat perjalanan arwah

70 Jenazah Dibakar di Belitang OKU Timur
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
ilustrasi ngaben 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Evan Hendra

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Sebanyak 70 jenazah umat Hindu dibakar dalam upacara penyucian roh atau yang dikenal dengan sebutan Ngaben di Desa Darmabuana, Kecamatan Belitang II, OKU Timur, Sumatera Selatan, Jumat (8/9/2017).

Upacara penyucian roh tersebut dihadiri langsung oleh Bupati OKU Timur HM Kholid MD dan ribuan pengunjung baik dari umat hindu maupun warga sekitar.

Prosesi upacara ngaben yang dilaksanakan di Desa Darmabuana, OKU Timur, dengan jenazah yang berasal dari berbagai daerah, Jumat (8/9/2017).
Prosesi upacara ngaben yang dilaksanakan di Desa Darmabuana, OKU Timur, dengan jenazah yang berasal dari berbagai daerah, Jumat (8/9/2017). (SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA)

Menurut Ketua pelaksana penyucian roh, I Ketut Budiase, upacara ngaben merupakan prosesi lima tahun sekali yang dilakukan umat Hindu di daerah tersebut.

Setiap akan melakukan ngaben, kata dia, pihaknya akan mencari hari baik seperti saat ini berdasarkan perhitungan suci pandita.

"Ada sekitar 70 sawo atau jenazah yang disucikan hari. Mereka berasal dari beberapa kabupaten di Sumsel di antaranya Kota Prabumulih, Jambi, OKI, Banyuasin, dan Kabupaten OKU Timur," katanya.

Prosesi upacara ngaben yang dilaksanakan di Desa Darmabuana, OKU Timur, dengan jenazah yang berasal dari berbagai daerah, Jumat (8/9/2017).
Prosesi upacara ngaben yang dilaksanakan di Desa Darmabuana, OKU Timur, dengan jenazah yang berasal dari berbagai daerah, Jumat (8/9/2017). (SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA)

Prosesi ngaben, lanjut Budiase, merupakan prosesi penting bagi umat Hindu karena merupakan bentuk penghormatan dari orang yang ditinggalkan.

Setelah pengabenan, abu jenazah akan dilarung atau dihanyutkan ke sungai.

"Upacara berlangsung semarak tidak boleh ada tangisan. Kepercayaan kami kalau menangis akan menghambat perjalanan arwah," katanya.

Prosesi upacara ngaben yang dilaksanakan di Desa Darmabuana, OKU Timur, dengan jenazah yang berasal dari berbagai daerah, Jumat (8/9/2017).
Prosesi upacara ngaben yang dilaksanakan di Desa Darmabuana, OKU Timur, dengan jenazah yang berasal dari berbagai daerah, Jumat (8/9/2017). (SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA)

Ngaben, kata dia, merupakan upacara mengembalikan segala unsur Panca Maha Bhuta yakni lima unsur pembangun badan kasar manusia kepada asalnya masing-masing agar tidak menghalangi perjalanan Atma ke Sunia Loka untuk bertemu dengan sang pencipta.

"Karena di dalam badan manusia terdapat lima unsur, tanah, udara, api, air dan kembali ke asal atau materi yang memenuhi ruang alam semesta di luar bulatan bumi (Aether)," jelasnya.

Bupati OKU Timur HM Kholid MD mengatakan, dengan adanya acara tersebut, maka bisa mempererat silahturahmi dan memupuk semangat kebersamaan sesama keluarga Hindu di seluruh wilayah Kabupaten OKU Timur.

Prosesi upacara ngaben yang dilaksanakan di Desa Darmabuana, OKU Timur, dengan jenazah yang berasal dari berbagai daerah, Jumat (8/9/2017).
Prosesi upacara ngaben yang dilaksanakan di Desa Darmabuana, OKU Timur, dengan jenazah yang berasal dari berbagai daerah, Jumat (8/9/2017). (SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA)

"Apa yang dilakukan hari ini merupakan wujud penghargaan kita kepada sang hiang widi wase. Mengingat kegiatan ini merupakan kewajiban bagi umat Hindhu," terang Kholid.

Penulis: Evan Hendra
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help