SriwijayaPost/

BREAKING NEWS: Pembunuhan Sadis di OI - Yuli Tewas dengan 21 Tusukan di Sekujur Tubuh. Mengerikan!

Dari pengakuan tersangka yang diamankan, korban pernah melakukan pembunuhan terhadap orang tua pelaku pada tahun 2011 silam.

BREAKING NEWS: Pembunuhan Sadis di OI - Yuli Tewas dengan 21 Tusukan di Sekujur Tubuh. Mengerikan!
SRIPOKU.COM/BERI SUPRIYADI
Anggota Polsek Tanjung Raja memeriksa jasad Yuli yang tewas setelah ditusuk secara membabi-buta di-TKP Desa Pinang Mas Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Ogan Ilir (OI), Rabu (6/9/2017) malam. 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Beri Supriyadi

SRIPOKU.COM, INDERALAYA - Peristiwa pembunuhan keji terjadi di Kabupaten Ogan Ilir (OI), TKP Dusun satu Desa Pinang Mas Kecamatan Sungai Pinang, korban tewas diketahui bernama Yuli (34), yang tercatat warga Desa Sungai Pinang Satu Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten OI.

Ia tewas mengenaskan dengan puluhan luka tusuk di sekujur tubuh.

Pelaku berjumlah tiga orang yang tak lain merupakan warga Dusun sebelah di Kecamatan Sungai Pinang.

Usai menghabisi nyawa korban, satu orang pelaku pembunuhan diketahui bernama Yusuf (20), berhasil diamankan petugas unit Reskrim Polsek Tanjung Raja yang langsung dipimpin Kapolsek AKP Arfanold Amri SH.

Sedangkan dua orang pelaku lainnya yang masih buron yakni inisial As (34) dan inisial Ar (30), tengah dalam pengejaran polisi.

Hingga saat ini, belum diketahui pasti motif pembunuhan yang dilakukan oleh tiga pelaku yang masih tergolong adik-beradik itu.

Namun, dugaan awal motif pembunuhan dilatar belakangi masalah dendam antara korban dan keluarga pelaku pembunuh.

Dari informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa pembunuhan itu berawal usai korban Yuli (34), hendak pulang ke rumahnya dari bermain bola bilyard, Rabu malam (6/9/2017) pukul 21.00, di Dusun satu Desa Pinang Mas Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten OI.

Barulah beberapa saat berjalan dan melintasi depan rumah pelaku, korban Yuli bertemu dengan tiga orang yakni tersangka Yusuf, inisial As dan Ar.

Halaman
123
Penulis: Beri Supriyadi
Editor: Sudarwan
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help