SriwijayaPost/

Gas Elpiji Tiga Kilogram Langka di Ogan Ilir Sumsel

Bahkan hampir semua warung yang notabene sebagai pengecer kini hanya tersedia tabung Gas tiga kilogram yang kosong.

Gas Elpiji Tiga Kilogram Langka di Ogan Ilir Sumsel
SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH/DOKUMEN
Puluhan warga mengantri untuk mendapatkan gas elpiji 3kg dengan harga Rp 18.000, Rabu (5/7/2017). 

SRIPOKU.COM, INDERALAYA-- Sejak beberapa hari terakhir ini, gas elpiji ukuran tiga kilogram di Kabupaten Ogan Ilir (OI) mulai terjadi kelangkaan. Pasalnya, warga yang hendak menukar tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram kepada pengecer maupun pangkalan susah untuk didapat.

Bahkan hampir semua warung yang notabene sebagai pengecer kini hanya tersedia tabung Gas tiga kilogram yang kosong.

"Sudah keliling warung pengecer gas melon saya datangi. Namun tidak ada jualannya yang ada hanya tumpukan tabung gas yang sudah kosong," ujar Daus warga Inderalaya, Minggu (3/9).

Dikatakannya, biasanya gas tiga kilogram mudah diperoleh. Namun saat ini susah dicari, bahkan di pangkalan pun kondisinya sama hanya menumpuk tabung gas yang kosong.

"Dicari kesetiap warung pengecer semuanya kehabisan tidak ada satupun tabung berisi, ya kita masyarakat kecil ini harus berbuat apa lagi selain berharap kepada pihak terkait untuk segera mengatasi kelangkaan gas ini," ungkapnya penuh harapan.

Di tempat terpisah, sejumlah warga kelurahan Tanjung Raja Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir, juga menuturkan hal yang sama yakni gas tiga kilogram susah didapat.

"Kebetulan di rumah gas habis mondar mandir pergi ke warung pengecer namun tidak ada lagi tabung gas yang berisi hanya terpampang tabung yang kosong. Alhasil, saya pergi ke kelurahan tetangga Alhamdullilah bisa dapat namun harganya cukup lumayan mahal Rp 25 ribu per tabung yang biasa kita beli kisaran Rp 22 ribu pertabung, ini pun setoknya tidak banyak," tuturnya.

Untuk itu, pihaknya berharap agar pihak terkait bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dan memasok gas ukuran tiga kilogram yang banyak.

"Tentu kita berharap kepada pemerintah ataupun pihak terkait untuk pasokan gas di Kabupaten OI kiranya dapat dipenuhi sehingga tidak terjadi kelangkaan seperti sekarang dan tentunya akibat langkanya gas ini berakibat pada harga gas yang tinggi di tingkat pengecer," kata Yadi warga Tanjung Raja.

Penulis: Beri Supriyadi
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help