SriwijayaPost/

Laporan Wartawan Sripo dari Mekkah

Dehidrasi, Kelelahan dan Kaki Kram. Banyak Jemaah Haji Pingsan di Terowongan Moalsem

Sejumlah tentara dan polisi Arab Saudi menyemprotkan air ke tubuh jemaah sehingga mendapatkan oksigen baru, seiring suhu udara di Mekkah cukup panas.

Dehidrasi, Kelelahan dan Kaki Kram. Banyak Jemaah Haji Pingsan di Terowongan Moalsem
IST
ilustrasi melontar jumrah 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, HM Husin

SRIPOKU.COM, MINA - Pemerintah Arab Saudi memberikan kemudahan bagi jemaah haji yang melakukan ritual melontar jumroh, berupa penyediaan eskalator di setiap terowongan menuju Jamarat.

Bahkan, setiap terowongan dipasangkan 6-7 titik dengan panjang 100 meter.

Pantauan hari pertama pelontaran, 10 Zulhijja, Jumat (1/9/2017), khususnya di sektor 59, jemaah haji melintas di terowongan Moalsem.

Namun sepertinya penggunaan eskalator oleh Jemaah haji keliru.

Mereka mengira begitu lelah berjalan, lalu naik fasilitasi eskalator dan hanya berdiam diri hingga eskalator tiba di titik perhentian.

Padahal seharusnya, jemaah haji juga berjalan di eskalator tersebut sehingga menambah kecepatan dan mengurangi kepadatan di dalam terowongan.

Terbukti, polisi dan operator eskalator menyerukan jemaah haji untuk tetap berjalan.

Namun kenyataannya, kebanyakan jemaah memilih berdiam diri di atas eskalator sehingga beban angkut menjadi berat.

"Jemaah haji kita salah pengertian keberadaan eskalator di setiap terowongan," kata M Tapif, jemaah haji Kloter 8 asal KBIH Varita, kemarin.

Halaman
12
Penulis: Husin
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help