SriwijayaPost/

Proyek Pembangunan Pipa Gas Grissik-Pusri Sepanjang 176 Km Dimulai

Dengan dibangunnya ruas baru Grissik-Pusri maka Pusri akan memiliki suplai gas yang berkelanjutan untuk menjaga produksi pabriknya.

Proyek Pembangunan Pipa Gas Grissik-Pusri Sepanjang 176 Km Dimulai
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Direktur Utama Pusri Mulyono Prawiro 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Demi menjaga ketahanan pangan nasional, PT Pertamina Gas (Pertagas) meresmikan dimulainya pembangunan Pipa Gas Grissik-Pusri melalui acara groundbreaking yang dilaksanakan di PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri) yang dihadiri oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas), Gubernur Sumatera Selatan, Bupati Musi Banyuasin, Bupati Banyuasin, dan Walikota Palembang.

Ruas pipa yang akan dibangun ini nantinya akan mengalirkan gas untuk kebutuhan energi dan bahan baku (Pusri).

Pipa Gas Grissik-Pusri akan dibangun dengan panjang 176 km dan berdiameter 20 inchi dimulai dari Grissik Gas Plant ConocoPhillips (COPI) hingga ke Plant Pusri di Palembang.

Sumber gas untuk ruas ini adalah dari Lapangan Grissik COPI.

Pipa Grissik-Pusri nantinya akan mengalirkan gas ke Pusri sebesar 30 MMSCFD di tahun 2018 sebagai early gas dan kemudian bertambah menjadi 70 MMSCFD di tahun 2019.

"Pembangunan pipa gas ini menjadi penting karena akan berpengaruh besar kepada produksi Pusri yang tentunya akan berdampak pada ketahanan pangan Indonesia.

Gas COPI sebesar 70 MMSCFD akan menggantikan beberapa kontrak gas yang akan habis di tahun 2018.

Volume Gas sebesar 70 mmscfd akan dapat menghasilkan urea sebesar 3.000 ton per hari dengan untuk pabrik Urea dengan Teknologi terbaru," ujar Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar.

"Pusri mulai tahun ini dan kedepan memfokuskan untuk melakukan perbaikan pabrik untuk efisiensi pemakaian gas, mengingat harga gas yang masih relatif tinggi dan kurang kondusif untuk pabrikan pupuk sehingga kedepan Pusri merencanakan penggunaan batubara sebagai alternatif pengganti bahan baku gas alam.

Halaman
12
Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help