SriwijayaPost/

Putus Siklus Hama Padi, Ini yang Dilakukan Para Petani di OKU Timur

Hama padi itu sangat berbahaya bahkan berpotensi menyebabkan kegagalan panen. Berbagai upaya sudah dilakukan petani untuk membasminya.

Putus Siklus Hama Padi, Ini yang Dilakukan Para Petani di OKU Timur
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Bupati OKU Timur HM Kholid MD (kanan) melakukan penanaman jagung hibrida, Senin (28/8/2017). Pola tanam padi-padi jagung dapat memutus siklus hama yang bisa menyebabkan kegagalan panen. 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Evan Hendra

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Ribuan hektare (ha) lahan persawahan petani sejak April 2017 lalu mulai melakukan pola tanam padi-padi jagung.

Hal itu dilakukan petani untuk memutus siklus perkembangan hama wereng dan hama lainnya yang mengancam tanaman padi petani.

Menurut Kepala Dinas Pertanian OKU Timur Ir Ruzuan Effendi ketika dikonfirmasi, Senin (28/8/2017) mengatakan, hingga Agustus 2017, sedikitnya lebih dari 10 ribu Ha lahan pertanian sawah petani yang mulai melakukan pola tanam padi-padi jagung untuk memutus perkembangan hama.

"Hama padi itu sangat berbahaya bahkan berpotensi menyebabkan kegagalan panen.

Berbagai upaya sudah dilakukan petani untuk membasminya.

Namun karena sepanjang tahun lahan sawah selalu ditanami padi, jadi hama tidak bisa tuntas dibasmi dan langsung kembali berkembang biak.

Satu-satunya jalan adalah dengan melakukan pola tanam," katanya.

Untuk seluruh wilayah OKU Timur lanjut Ruzuan, sejumlah kecamatan sudah mulai melakukan pola tanam dengan jagung untuk memutus siklus hama padi yang mengancam kelangsungan tanaman petani.

“Pak Bupati HM Kholid MD juga beberapa waktu lalu sudah mencanangkan kepada petani untuk melakukan pola tanam tersebut untuk mengatasi kegagalan panen akibat hama penyakit yang bisa mengancam tanaman padi petani,” katanya.

Untuk wilayah OKU Timur kata dia, terhitung sejak bulan April luas lahan pertanian sawah yang sudah melakukan pola tanam dengan jagung jenis hibriada sudah mencapai hingga 10 ribu Ha yang sudah dimulai sejak bulan april 2017 lalu seluas 2900 Ha, bulan Mei, 1500 seluas Ha, bulan Juni seluas 560 Ha, bulan Juli seluas 4.000 Ha dan bulan Agustus seluas 3.700 Ha.

Penulis: Evan Hendra
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help