SriwijayaPost/

Janda Empat Anak di Empatlawang Ini tak Menyangka Dia Mengantar Serbuk Putih kepada Orang Ini

Sementara di ujung telepon miliknya yang menjadi barang bukti terus berdering. Ia mengatakan telepon tersebut dari anaknya menanyakan kabar.

Janda Empat Anak di Empatlawang Ini tak Menyangka Dia Mengantar Serbuk Putih kepada Orang Ini
SRIPOKU.COM/AWIJAYA
Rosida (43), tersangka kurir sabu ditangkap aparat Satreskrim Polres Empatlawang, Senin (28/8/2017). 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Awijaya

SRIPOKU.COM, EMPATLAWANG - Rosida (43), warga Desa Taba Kecamatan Saling Kabupaten Empatlawang tidak bisa mengelak ditangkap aparat satres Narkoba Polres Empatlawang saat hendak mengantarkan sabu kepada calon pembeli, Senin (28/8/2017).

Bersama barang bukti sabu seberat 5 gr, satu buah handphone, Rosida berangkat dari rumah dengan menumpang mobil angkutan desa mengantarkan pesanan sabu yang tidak lain polisi sedang melakukan penyamaran di lokasi sudah dijanjikan di Jalan Lingkar Padang Ajan Tebingtinggi.

Kasat Narkoba Polres Empatlawang, AKP Joni Indra Jaya mengatakan Rosida merupakan pemain baru, berdasarkan informasi.

sabu
sabu (kompas.com)

Polisi menyamar sebagai pemesan dan dilakukan penangkapan.

Walaupun demikian suami Rosida sebelumnya DPO Polres Empatlawang atas kasus serupa yang saat ini belum tertangkap.

"Sementara dilihat dari perannya Rosida sebagai kurir," ungkap Joni kepada wartawan seraya menyebut tersangka diancam pasal 114 dengan ancaman sepuluh tahun penjara.

Joni menyebut kurir yang dilakukan wanita atau ibu rumah tangga sebelumnya juga pernah tertangkap pada 2015 lalu di Empatlawang.

Rosida dibincangi Sripoku.com mengaku menerima imbalan satu juta dari sabu yang akan diantarnya kepada pembeli.

Menurutnya sabu tersebut dari seseorang yang beralamat di Muarabeliti, Lubuklinggau.

"Saya hanya disuruh. Katanya aku dapat sejuta setelah antar barang. Aku baru kali ini ngantar," ungkap janda dengan empat orang anak ini menahan tangis.

Sehari-hari di Desa Taba Kecamatan Saling Rosida berjualan warung manisan.

Sementara di ujung telepon miliknya yang menjadi barang bukti terus berdering.

Ia mengatakan telepon tersebut dari anaknya menanyakan kabar.

Penulis: Ehdi Amin
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help