SriwijayaPost/

Tahun depan SMP Negeri dan Swasta Wajib Terapkan K13

Maka itu pelatihan kepada guru di setiap sekolah sudah dilakukan hampir merata bahkan sampai sekolah di pelosok sekalipun.

Tahun depan SMP Negeri dan Swasta Wajib Terapkan K13
SRIPOKU.COM/YULIANI
Para guru dan kepala sekolah saat mengikuti pelatihan K13 di SMPN 27 Palembang, Kamis (24/8/2017). 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Yuliani

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pada tahun 2018 mendatang, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang sudah menargetkan untuk seluruh SMP baik negeri dan swasta harus mengimplementasikan K13 secara penuh.

Maka itu pelatihan kepada guru di setiap sekolah sudah dilakukan hampir merata bahkan sampai sekolah di pelosok sekalipun.

Kepala Bidang sekolah menengah pertama (SMP) Disdik Kota Palembang, Herman Wijaya MSi mengatakan, tahun ini sudah seluruh SMP Negeri di Palembang sudah menggunakannya K13.

Sedangkan untuk sekolah swasta baru separuhnya saja.

"Permintaan dari kementerian harus segera melaksanakan K13, sebab kurikukum itu terus berubah seiring perkembangan zaman. Jadi diharapkan pada 2018 semua SMP di Kota Palembang sudah menggunakannya," ujarnya saat membuka kegiatan pendampingan implementasi kurikulum 2013 (K13) di induk klaster SMPN 27 Palembang, Kamis (24/8/2017).

Ia menambahkan, dalam kegiatan pendampingan ini ada enam kluster dengan tujuh sekolah induk yang sudah menjalankannya yakni SMPN 6, 7, 22, 27, 41, 42 dan SMP Azzahra yang menaungi beberapa sekolah lainnya.

"Artinya semuanya tidak ada lagi yang menggunakan Kurikulum 2006. Sebetulnya tidak ada kendala dalam pelaksanaannya, tapi karena pihak sekolah belum tahu apa isi dari K13 tersebut, hanya saja memang ada beberapa hal yang ditekankan," jelasnya.

Sementara itu, kepala SMPN 27 Palembang, Slamet Cahyono mengatakan, pihaknya sudah melakukan persiapan pendampingan sejak 14 Agustus lalu dan hari ini adalah kegiatan inti, yakni pelatihan dan pemberian materi kepada empat sekolah lainnya seperti SMPN 53, 50, 57 dan SMP PGRI 11 Palembang dengan jumlah 25 orang guru.

"Pada September nanti, mereka akan mengaplikasikannya dalam kegiatan belajar mengajar di kelasnya. Namun mereka akan didampingi oleh instruktur kota selama sebulan yang dijadwalkan selama dua hari per guru dan kemudian akan melakukan inti kembali untuk dievaluasi," jelasnya.

Penulis: Yuliani
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help