SriwijayaPost/

5 Kali Dibui, Rustam tak Jera. Maling, Berkelahi Hingga Lakukan ini yang Paling Berat Hukumannya

Saat itu anggota buser Polsek IT I bertemu dengan pelaku dengan gerak-gerik mencurigakan dan distop anggota buser.

5 Kali Dibui, Rustam tak Jera. Maling, Berkelahi Hingga Lakukan ini yang Paling Berat Hukumannya
SRIPOKU.COM/DARWIND SEPRIYANSYAH
SABU - Tersangka Rustam (kiri) dan M Homsir saat diinterogasi Kapolsek IT I, Kapolsek Ilir Timur I, Kompol Edi Rahmat, Senin (21/8/2017) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sudah keluar-masuk penjara sebanyak empat kali, tetap tak membuat Rustam (45) jera.

Terakhir, kasus yang membelitnya kali ini adalah gara-gara menyimpan satu paket kecil narkotika jenis sabu-sabu, sehingga tersangka diamankan di Mapolsek Ilir Timur 1 Palembang.

rustam2

"Sudah lima kali pak masuk penjara, dua kali kasus narkoba termasuk ini. Terus, kasus maling dan dua kali kasus perkelahian. Paling lama pernah dipenjara 6 tahun 6 bulan kasus narkoba, berkelahi 6 bulan," kata Rustam, saat ungkap kasus, Senin (21/8/2017).

Dari data yang didapat dari kepolisian, Rustam ditangkap pada Minggu 13 Agustus 2017 sekira pukul 2.30 WIB di Jalan Mayor Santoso Kelurahan 20 Ilir.

Saat itu anggota buser Polsek IT I bertemu dengan pelaku dengan gerak-gerik mencurigakan dan distop anggota buser.

Lalu saat digeledah tersangka langsung membuang bungkusan kecil. Namun aksi pelaku diketahui anggota dan sempat melarikan diri, tapi berhasil dikejar dan ditangkap.

"Saya untuk pakai sendiri. Sempat berhenti, tapi baru bulan-bulan inilah pakai lagi. Pengen bae," ucap Rustam.

Adapun uang untuk membeli barang haram itu, dikatakan Rustam, didapat dari jerih payahnya bekerja sebagai buruh dengan upah Rp 70 ribu sehari.

Sementara satu paket kecil sabu tersebut dibelinya seharga Rp 80 ribu di daerah 10 Ilir Palembang.

"Makainyo jarang, baru empat kali samo ini," ucap duda dua anak ini.

Halaman
12
Editor: Darwin Sepriansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help