SriwijayaPost/
Home »

Bisnis

» Mikro

Disperindag Sumsel Jalin Hubungan Langsung dengan Pengusaha Garam

Dalam waktu dekat pengiriman garam dari PT Garam akan didatangkan memenuhi kebutuhan di Sumsel.

Disperindag Sumsel Jalin Hubungan Langsung dengan Pengusaha Garam
ISTIMEWA
Ilustrasi 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Ehdi Amin

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel Drs H Agus Yudiantoro menyatakan mulai sekarang pihaknya akan menjalinkan hubungan langsung dengan pengusaha garam untuk memenuhi kebutuhan di Sumsel.

"Ke depannya terus. Mulai sekarang mereka aku jalinkan hubungan supaya beli langsung ke pengusaha garam ini," ungkap Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel Drs H Agus Yudiantoro usai menghadiri Resepsi Kenegaraan dan Ramah Tamah dalam rangka Peringatan ke-72 Kemerdekaan RI di Griya Agung, Jumat (18/8/2017).

Menurut mantan Pj Bupati Muratara ini dalam waktu dekat pengiriman garam dari PT Garam akan didatangkan memenuhi kebutuhan di Sumsel.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel, Drs H Agus Yudiantoro
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel, Drs H Agus Yudiantoro (SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ)

"Dalam waktu dekat akan dikirim garam dari PT Garam. Kemarin sudah ke Menteri Kelautan. Sudah 50 ton. Untuk pengawasan akan terus dilakukan. Untuk pemenuhan garam ini sebagian import, sebagian lagi dari daerah. Kebutuhan di Sumsel sekitar itulah 50 ton per bulannya," kata Agus yang digadang maju pada Pilbup Banyuasin 2018.

Agus mengatakan, guna mengatasi kekurangan pasokan garam di Sumsel, pihaknya pun harus ikut antre untuk mengambil garam yang dipasok PT Garam.

Pasokan garam banyak didatangkan dari Madura.

"Sumsel ini bukan penghasil garam, jadi untuk kebutuhan garam menerima pasokan dari luar. Jika pun pasokan dari dalam negeri tidak mencukupi, kita juga terpaksa mengambil pasokan garam dari impor," ujarnya.

Mengenai jumlah kebutuhan garam untuk Sumsel, Agus mengatakan, Sumsel membutuhkan garam sebanyak 50 ton.

Jumlah itu terbagi untuk garam kebutuhan industri dan kebutuhan konsumsi.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help