SriwijayaPost/

Misteri “Api Abadi” yang Tak Pernah Padam

Meskipun berada pada benda yang memiliki kelembaban yang cukup tinggi, namun api tersebut masih tetap menyala seakan-akan sedang menunggu sesuatu.

Misteri “Api Abadi” yang Tak Pernah Padam
(Foto: © Wikipedia)
Api abadi yang tak pernah padam di Chestnut Ridge Park, New York, Amerika Serikat 

SRIPOKU.COM - Sebuah “api abadi” ditemukan di bawah derasnya air terjun di sebuah cagar alam di Taman Nasional Chestnut Ridge, Buffalo, New York, Amerika Serikat.

Dilansir dari halaman Epoch Times.com dari situs Secretchina/Ye Yu Huan Konon katanya api tersebut dinyalakan ribuan tahun lalu oleh penduduk asli suku Indian.

Para ilmuan yang mencoba mengungkap misteri api abadi tersebut pernah menyatakan bahwa kemungkinan api tersebut diakibatkan oleh bebatuan di sana yang merupakan batuan dengan kadar panas tinggi.

Namun, para peneliti dari Universitas Indiana membantah pandangan tersebut, dan mengakui bahwa tidak bisa memastikan sebab yang membuat “api abadi” itu terus menyala menyala sampai sekarang.

Sebelumnya, para ilmuwan percaya bahwa ribuan “api abadi” di seluruh dunia itu disebabkan bebatuan dengan kadar panas tinggi atau gas yang keluar dari celah bebatuan tersebut sehingga memicu berkobarnya api abadi.

Namun, pernyataan para ilmuan tersebut nampaknya terbantahkan.

Tak ada batu sepanas itu di area air terjun untuk memicu api menyala di bebatuan. Selain itu tak ada gas yang menyembur dari balik batu.

Dengan demikian, sebab yang membuat “api abadi” yang tak pernah padam di New York dan di belahan dunia lainnya itu tidak sama.

“Sebab konkretnya belum dapat dipastikan,” kata peneliti.

.
Api abadi yang tak pernah padan di bawah derasnya air terjun di sebuah cagar alam Shale Creek di Taman Nasional Chestnut Ridge, Buffalo, New York, Amerika Serikat. (Wikipedia)()
.
. ()

Meskipun berada pada benda yang memiliki kelembaban yang cukup tinggi, namun api tersebut masih tetap menyala seakan-akan sedang menunggu sesuatu.

Halaman
12
Tags
api
Ilmuwan
Editor: Budi Darmawan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help