SriwijayaPost/

Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan, Ini yang Dilakukan Warga Ogan Komering Ilir

Karena lahan gambut, rentan terjadi kebakaran walaupun tidak sengaja bisa menyebabkan timbulnya api bawaan dari sisa-sisa lidah api yang jatuh di laha

Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan, Ini yang Dilakukan Warga Ogan Komering Ilir
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Karo Ops Polda Sumsel, Kombes Pol Edi Setio Budi didampingi Kapolres OKI AKBP Ade Herianto SH SIk, dan Camat Kayuagung Dedy Kurniawan SSTP MSi, meninjau kanal, Sabtu (12/8/2017). 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Mat Bodok

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Memasuki musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), siaga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) khususnya di areal lahan gambut dan semak belukar yang kerap dijadikan kebun oleh masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar.

Karo Ops Polda Sumatera Selatan (Sumsel), Kombes Pol Edi Setio Budi didampingi Kapolres OKI AKBP Ade Herianto SH SIk, dan Camat Kayuagung Dedy Kurniawan SSTP MSi, serta Lurah di Kecamatan Kayuagung, turut melihat dari dekat lahan gambut dan kanal, blocking yang dibuat oleh warga untuk mengurangi kebanjiran di lahan persawahan, agar bisa menanam padi.

Di areal lahan gambut tadi, Kombes Pol Edi mengajak warga untuk mencerna akan terjadi kebakaran yang disebabkan lahan kering oleh lahan gambut.

Karena lahan gambut, rentan terjadi kebakaran walaupun tidak sengaja bisa menyebabkan timbulnya api bawaan dari sisa-sisa lidah api yang jatuh di lahan kering ini.

Karena itu, Edi mengajak warga mencangkul lahan gambut sampai dasar tanah sedalam 50 centimeter, dari kanal blocking yang dibuat masyarakat, di kawasan Sepucuk, Desa Tanjung Serang, Kayuagung.

Hasilnya permukaan air hampir sama dengan air yang ada pada kanal yang diblocking.

“Setidaknya ini memperlambat kekeringan, sehingga lahan gambut tetap basah dan bertahan hingga 2 sampai 3 bulan ke depan,” kata Edi didampingi Kapolsek Kayuagung AKP Feriyanto saat menunjukannya pada pihak TNI, Polri, MPA, dan manggala agni, Sabtu (12/8/2017).

Dirinya mengapresiasi adanya ide, dari kecamatan melalui lurah dan desa untuk membuat kanal blocking.

Sebab ini merupakan salah satu upaya menekan kekeringan di lahan gambut.

Untuk itu, pihaknya mempersilahkan Pemda setempat untuk mempermanenkan kanal blocking tersebut.

Selain itu, pihaknya menghimbau kepada seluruh polsek agar memantau dan memperbaiki kanal blocking serta mengawasi dan terus memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak membuang api sembarangan.

Sementara itu, Camat Kota Kayuagung, H Dedy Kurniawan SSTP MSi, Minggu (13/8/2017) mengatakan, pihaknya terus berupaya melakukan koordinasi dengan lurah dan kades agar terus berupaya memberikan imbauan terhadap warganya masing-masing agar jangan sampai melakukan pembakaran baik secara sengaja maupun tak sengaja.

"Insya Allah, berbagai uapaya kami lakukan agar tidak terjadi kebakaran lahan gambut maupun lahan semak belukar yang ada di wilayah Kecamatan Kayuagung," ujar Dedy yang juga berharap kerjasama antara pihak perusahaan agar sama-sama menjaga dan mengawasi lahan yang kosong agar tak terbakar.

Penulis: Mat Bodok
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help