SriwijayaPost/

Seminggu Trailer Ini Mogok di KM 36 Inderalaya, Berbagai Upaya Dilakukan Polisi, Tapi Nihil

Tinggal satu cara lagi bagi Polantas Polres Ogan Ilir untuk mengevakuasi truk trailer ini agar lalulintas lancar.

Seminggu Trailer Ini Mogok di KM 36 Inderalaya, Berbagai Upaya Dilakukan Polisi, Tapi Nihil
SRIPOKU.COM/BERI SUPRIYADI
Setelah hampir sepekan mengalami patah casis roda bagian belakang dan depan, sebuah kendaraan jenis truk trailer bermuatan travo listrik mengalami kerusakan diatas badan jalan jembatan lintas Km 36 Inderalaya-Prabumulih dan mengganggu arus lalu lintas. 

SRIPOKU.COM,INDERALAYA -- Setelah hampir sepekan mengalami patah casis roda bagian belakang dan depan, sebuah kendaraan jenis truk trailer bermuatan travo listrik mengalami kerusakan diatas badan jalan jembatan lintas Km 36 Inderalaya-Prabumulih, tepatnya di Desa Bakung Kecamatan Inderalaya Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Akibatnya, kondisi jalan lintas tersebut sejak lima hari yang lalu sampai dengan Minggu (13/8) mengalami kemacetan hingga menimbulkan antrian panjang kendaraan yang melintas baik dari arah Inderalaya hendak menuju ke Prabumulih begitu pun sebaliknya.

Menurut Kanit Pengatur Jalan dan Pengawal Lalulintas (Turjawali) Polres OI Ipda Rosidi, pihaknya terpaksa menerapkan sistem buka tutup supaya tidak terjadi penumpukan kendaraan dari kedua arah, baik dari Inderalaya maupun Prabumulih.

"Rencananya truk trailer pengangkut travo listrik asal Jakarta hendak menuju kota Lahat. Namun pada Selasa (8/8/2017) lalu, tepatnya pukul 03.00 WIB, truk mengalami patah sasis atau besi penyangga muatan di kedua sisi, yakni sasis kanan dan kiri bagian depan truk," ujar Ipda Rosidi, Minggu (13/8).

Dijelaskannya, Insiden tersebut terjadi saat truk melintas di atas jembatan layang Desa Payakabung. Untuk mengatasi persoalan truk mogok di jalan, pihak Satlantas Polres OI mengaku telah melakukan bebarapa kali upaya, yakni menyambung sasis yang patah dengan cara mengelas. Sayangnya, upaya tersebut gagal.

"Dua kali kami mencoba mengelas sasis yang patah, namun tidak berhasil. Begitu selesai dilas, langsung patah lagi," terang Ipda Rosyidi.

Dilanjutkan, pihak kepolisian sempat memikirkan alternatif lain untuk mengevaluasi truk yang mogok, di antaranya dengan memindahkan beban truk menggunakan eskavator atau menggunakan crane untuk memindahkan travo listrik ke truk trailer lain.

"Tapi setelah dipertimbangkan, eskavator tidak akan sanggup mengangkat travo listrik. Begitu juga dengan crane, karena bobot truk beserta muatannya ini mencapai 90 ton. Sulit sekali," kata Ipda Rosyidi.

Jika memaksakan mengevaluasi truk menggunakan crane, maka risiko lebih besar akan terjadi, seperti crane yang dapat terbalik dan bahkan jembatan layang yang bisa saja roboh akibat tidak kuat menahan beban ratusan ton.

"Crane tidak sanggup karena tidak ada tempat bertumpu yang datar. Ini kan jembatan tempat truk mogok ini, permukaannya miring. Kalau pakai crane, tidak tahu mau ditempatkan di mana," kata Ipda Rosyidi.

Menurutnya, cara yang paling realistis ialah mengunakan mesin dongkrak hidrolik untuk memindahkan muatan travo listrik ke truk trailer yang lebih siap.

Saat ini, lanjut Ipda Rosyidi, pihak kepolisian masih menunggu mesin dongkrak hidrolik yang rencananya tiba di lokasi truk mogok pada Senin (14/8).

"Kami rasa itulah alternatif mengevakuasi truk dan muatannya ini. Sambil menunggu alat datang, tentunya terus mengawasi kelancaran arus lalu lintas di sini," paparnya.

Penulis: Beri Supriyadi
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help