SriwijayaPost/

Museum Ini Menyimpan Koleksi Penis Berbagai Belahan Benua, Ssst 60 Persen Pengunjungnya

Museum ini dibuka pada tahun 1997, hari ini menampilkan lebih dari 215 koleksi bagian phalli (alat reproduksi Pria) dan penis

Museum Ini Menyimpan Koleksi Penis Berbagai Belahan Benua, Ssst 60 Persen Pengunjungnya
Metro.co.uk
Beberapa contoh (Gambar: Getty Images) 

SRIPOKU.COM --  Negara yang membawa kita Bjork dan icon pakaian rajut juga merupakan rumah bagi Museum Phallological Islandia juga dikenal sebagai museum penis khusus di dunia.

Dilansir Metro.co.uk Minggu (13/8/2017),  Museum ini dibuka pada tahun 1997, hari ini menampilkan lebih dari 215 koleksi bagian phalli (alat reproduksi Pria) dan penis yang terbentang puluhan tahun, dari berbagai benua, spesies, daratan dan lautan.

Volume phalli yang tipis, yang sebagian besar dipelihara dengan hati-hati dalam formaldehida dan ditampilkan dalam kasus Perspex, membuat Museum Sejarah Alam kita sendiri terlihat sangat jinak.

"Konsep museum yang didedikasikan untuk penis, dengan spesimen biologis yang sebenarnya, menarik pengunjung," kata Thordur Olafur Thordarson, asisten kurator di museum. "Itu, begitu pula keingintahuan umum."

Sex around the world: Inside Iceland's penis museum

Museum ini dimulai sebagai lelucon, menurut pendirinya, mantan guru Sigurour Hjartarson. Menulis di situs museum, dia mengatakan:

"Pondasi itu diletakkan pada tahun 1974 ketika saya mendapat pizzle, atau penis banteng. [Kemudian] saya tinggal di kota Akranes di pesisir barat daya, bekerja sebagai kepala sekolah di sebuah sekolah menengah. Beberapa guru saya dulu bekerja di musim panas di sebuah stasiun perburuan paus di dekatnya dan setelah spesimen pertama, mereka mulai membawa saya penis paus, yang seharusnya menggoda saya. Kemudian gagasan itu muncul secara bertahap sehingga spesimen menarik dari lebih banyak spesies mamalia."

Pada tahun 1997, Hjartarson memiliki 62 spesimen, cukup untuk membuka museum di pusat kota Reykjavik tempat tinggal sampai hari ini.

Sekarang dijalankan oleh anaknya, Hjortur Gisli Sigurosson, seorang mantan manajer logistik yang menyerahkan pekerjaannya untuk menjalankan museum itu sepenuhnya.

Sex around the world: Inside Iceland's penis museum

Halaman
1234
Penulis: Tarso
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help