SriwijayaPost/

Masyarakat Tanah Abang Muba Turun ke Sungai, Wabup-pun Ikut Ternyata Mereka Melakukan Ini

"Bekarang merupakan tradisi masyarakat Muba yakni aktivitas mencari ikan, ini dilakukan ketika air atau sungai surut," kata Wabup Muba.

Masyarakat Tanah Abang Muba Turun ke Sungai, Wabup-pun Ikut Ternyata Mereka Melakukan Ini
SRIPOKU.COM/FAJERI
Tradisi bekarang ikan oleh masyarakat Batanghari Leko Kabupaten Musi Banyuasin Sumsel dikala air sungai atau danau mulai menyurut. 

SRIPOKU.COM, SEKAYU--Tradisi unik ketika air surut di Kabupaten Musi Banyuasin terutama di Kecamatan Batanghari Leko dilakukan dengan cara berbeda.

Sejumlah masyarakat antuasias mencari ikan dengan menggunakan tangkul atau yang biasa disebut bekarang.

Berbondong-bondong dari Desa Tanah Abang turun langsung ke sungai atau danau yang  mulai dangkal dalam acara bekarang di Desa Tanah abang, Kecamatan Batang Hari Leko tepatnya di Danau Siara, Minggu (13/8/17).

Sejak pagi masyarakat sudah mempersiapkan tangkul untuk menangkap ikan yang terjebak ketika air surut.

Ya, tradisi bekerang merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Kabupaten Muba yang tidak dapat ditinggalkan sejak dulu.

Suasana bekarang (menangkap ikan) beramai-ramai oleh masyarakat Batanghari Leko Muba di saat air sungai atau danau mulai menyurut.
Suasana bekarang (menangkap ikan) beramai-ramai oleh masyarakat Batanghari Leko Muba di saat air sungai atau danau mulai menyurut. (SRIPOKU.COM/FAJERI)

Tidak hanya itu saja, Wakil Bupati Muba Beni Hernedi bersama Kepala Dinas Perikanan Abdul Mukohir, Camat Batang Hari Leko dan ratusan masyarakat turun langsung turun kedalam danau.

"Bekarang merupakan tradisi masyarakat Muba yakni berupa aktivitas mencari ikan, tradisi ini dilakukan ketika air atau sungai surut," kata Wabup Muba, Beni Hernedi.

Menurutnya, tidak hanya ditangkap untuk makan saja tetapi tradisi ini menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat Muba tepatnya di Kecamatan Batang Hari Leko.

"Kegiatan seperti inilah yang menjadi daya tarik, kalau bukan kita sebagai warga Muba, siapa lagi yang mau melestarikan tradisi," jelasnya

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help