SriwijayaPost/

Kepala Sekolah Bingung Seorang Gurunya Enam Bulan tidak Mengajar, Datangi Rumahnya Pintu tak Dibuka

Karena merasa upaya sudah maksimal didalam melakukan pembinaan, masalah ini sudah dilaporkan ke Diknas Muaraenim.

Kepala Sekolah Bingung Seorang Gurunya Enam Bulan tidak Mengajar, Datangi Rumahnya Pintu tak Dibuka
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Salah satu surat dari Kepsek ke Diknas Muaraenim meminta bantuan pengawasan terhadap oknum guru KN, Minggu (14/8).

MUARAENIM, SRIPO-- Tindakan tegas terhadap oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Muaraenim yang melakukan pelanggaran fatal diduga tidak terlalu diterapkan di Kabupaten Muaraenim, bahkan terindikasi peraturan yang ada hanya kiasan semata.

Sebagai contoh seorang oknum Guru,  Pegawai Negeri Sipil (PNS) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 6 Kabupaten Muaraenim, KN , sekitar enam bulan terakhir sudah tidak pernah hadir kesekolah tanpa ada keterangan yang sah.

Namun anehnya permasalahan ini, meskipun sudah sampai ke Diknas Muaraenim, tetapi sayang hingga sampai saat ini belum ada  tindakan tegas dari intansi yang terkait, sehingga terkesan Diknas Muaraenim teledor.

Padahal dalam UU Aparatur Sipil Negara (ASN) pasal 10 ayat 9d PP 53 tahun 2010, pelanggaran yang dilakukan sudah masuk kategori Disipilin Berat, dimana lama tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah jika 46 hari ke atas akan diberhentikan dengan hormat atau tidak dengan hormat.

PNS mempunyai hak untuk tidak masuk kerja paling lama empat hari dalam satu tahun, yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah yakni alasan ketidakhadirannya tidak dapat diterima oleh akal sehat.

Menurut Kepala Sekolah SMPN 6 Hidayaturrahmah SPd MSi, kepada Sriwijaya Post, Minggu (13/8/2017) pihaknya sudah berupaya memberikan nasihat dan teguran baik secara lisan maupun tertulis sampai tiga kali, namun yang bersangkutan KN, tidak kunjung sadar.

Bahkan sesama tenaga pengajar dan dirinya sendiri sudah berupaya mendatangi tempat tinggalnya, namun tidak terima.

Karena merasa upaya sudah maksimal didalam melakukan pembinaan, masalah ini sudah dilaporkan ke Diknas Muaraenim.

"Kami sudah kerumahnya dari pagi-pagi sekali, namun tidak dibuka pintu, meski sudah dipanggil berkali-kali. Jadi kami tidak tahu permasalahan," ujar Hidayaturrahman.

Masih dikatakan Hidayaturrahman, dari absensi yang ada pada kami, sejak tanggal 17 Januari 2017 sampai sekarang, yang bersangkutan tidak pernah masuk lagi.

Halaman
12
Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help