SriwijayaPost/

Jangan Heran! Selalu Ada Pemberitahuan Ini di SPBU di Pagaralam

"Setiap hari selalu saja habis premium dan pertamax ini pak. Namun untuk BBM jenis Pertalite ada terus," ujarnya.

Jangan Heran! Selalu Ada Pemberitahuan Ini di SPBU di Pagaralam
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Tampak papan pemberitahuan Premium dan Pertamax dalam perjalan di SPBU Air Perikan, Minggu (13/8/2017). 

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Kalangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Pertamax masih terus terjadi Kota Pagaralam.

Kondisi ini sudah terjadi sejak awal Bulan Ramadan lalu. Bahkan kelangkaannya masih berlangsung sampai saat ini.

Meskipun saat ini di Kota Pagaralam sudah ada 4 SPBU, namun pasokan BBM jenis Premium dan Pertamax masih saja kurang.

Hal ini berbanding terbalik dengan pasokan BBM jenis Pertalite yang tidak pernah habis.

Sayangnya BBM jenis Pertalite tidak terlalu digemari masyarakat Kota Pagaralam. Pasalnya diduga saat menggunakan bahan bakar ini kendaraan menjadi mudah panas dan boros.

Pantauan Sripoku.com, Minggu (13/8/2017) menyebutkan, setiap hari terutama saat siang hari hampir di SPBU selalu ada papan pemberitahuan bahwa Premium dan Pertamax sedang dalam perjalanan.

Kondisi ini mulai membuat masyarakat bertanya-tanya apa penyebab kelangkaan BBM tersebut.

Rendi (30) salah satu pengunjung SPBU mengatakan, pihaknya kadang terpaksa harus putar balik dan batal membeli BBM karena Premium dan Pertamax habis.

"Setiap hari selalu saja habis premium dan pertamax ini pak. Namun untuk BBM jenis Pertalite ada terus," ujarnya.

Dikatakannya premium biasanya baru tiba di SPBU pada sore hari, itupun sudah panjang antrian kendaraan yang ingin mengisi BBM jenis tersebut.

"Jadi jika kita ingin mengisi Premium kita harus rela menunggu dan antri berjam-jam di SPBU," katanya.

Sebelumnya pemilik SPBU Simpang Manna Kota Pagaralam, Epi menjelaskan, bahwa memang untuk BBM jenis Premium pasokannya dikurangi dari pihak Pertamina.

"Memang untuk pasokan premium dikurangi dari pertamina sedangkan untuk pertalite ditambah pasokannya. Mungkin inilah penyebab kurangnya pasokan Premium," jelasnya.

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help