SriwijayaPost/

Sekolah ini Tak Boleh Dibangun Karena Berada di Kawasan Hutan Lindung, Ini Alasan Lengkapnya

Tidak hanya itu saja kondisi sekolah tersebut terbuka dan tidak ada dinding pada kanan dan kiri.

Sekolah ini Tak Boleh Dibangun Karena Berada di Kawasan Hutan Lindung, Ini Alasan Lengkapnya
SRIPOKU.COM/FAJERI RAMADHONI
Kondisi SDN 2 Filial yang berada ada di kawasan hutan konservasi. 

Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Fajeri Ramadhoni

SRIPOKU.COM, SEKAYU -- Jauh dari kata layak memang pantas disematkan untuk status Sekolah Dasar Negeri 2 (SDN 2) Mangsang Desa Mangsang, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Memiliki kondisi sekolah yang tak seperti biasa justru tidak menyurutkan sejumlah siswa untuk menempuh pendidikan pada bangunan sekolah yang hanya beratapkan terpal berwarna biru dan beberapa meja belajar yang kondisinya semakin memburuk.

Tidak hanya itu saja kondisi sekolah tersebut terbuka dan tidak ada dinding pada kanan dan kiri, sehingga apabila siswa kepanasan dan kehujanan, siswa akan langsung menerima hal itu.

Namun, hal itu bukan tanpa sebab.

Bangunan SD Negeri 2 Filial yang berada di Dusun Bangsa memang bukan bangunan permanen dan juga bukan sekolah induk.

Sekolah tersebut tidak dibangun karena memasuki Kawasan Hutan KPH Lalan, sehingga tidak dibisa dibangun secara permanen.

"Sekolah tersebut merupakan sekolah filial yang menginduk pada SDN 2 Desa Mangsang.

Tujuan dibangunnya sekolah tersebut untuk mempermudah anak-anak disana menempuh pendidikan, dikarenakan jarak dari sekolah induk cukup jauh untuk ditempuh bagi anak-anak," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudyaan (Dikbud) Muba, Drs. Syafarudin, ketika dikonfirmasi Sripoku.com, Jumat (11/8/2017).

Menurutnya, memang sekolah tersebut tidak layak untuk menjalani pendidikan, karenasebelumnya pernah diusulkan untuk dipindahkan.

Halaman
12
Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Ahmad Sadam Husen
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help