SriwijayaPost/

Update SFC

Hartono Puji Fakdawer Lumayan pada Debut Bersama Sriwijaya FC

Tetapi sekali lagi saya apresiasi perjuangan anak-anak, mereka sudah bekerja dengan sangat keras dalam pertandingan ini," ujar Hartono.

Hasil ini memang merugikan Sriwijaya FC dan menambah rekor panjang hasil imbang SFC di kandang.

Memang dalam pertandingan ini SFC tidak terlalu bermain seperti biasanya. Para pemain tidak leluasa bergerak. Tercatat SFC memiliki tiga peluang, satu peluang bahkan gol, namun terperangkap off side.

Terkait dengan gol Ichsan, dimana Hilton terperangkap off side dianggap aneh Pelatih Hartono Ruslan. Karena ketika bola bergerak, pemain baru maju, dan tidak offside.

4 Kali Imbang
Memang, Laskar Wong Kito julukan SFC mengalami 4 kali imbang dalam laga terakhir, mereka di kandang. Sementara itu, Semen Padang
memperpanjang rekor tidak pernah kalah dari SFC dalam tiga musim terakhir.

Tambahan satu poin ini, membuat SFC naik satu strip di peringkat ke-11 dengan nilai 25 dari 19 kali pertandingan.

Hartono menambahkan, hasil ini membuat dia kecewa. Karena seri seperti kalah kalau di kandang."Jelas kecewa, karena hasil seri ini seperti kalah kalau di kandang. Tetapi saya apresiasi para pemain karena sudah berjuang keras dan selalu memberikan yang terbaik dan berjuang hingga menit akhir," ujar Hartono.

Dia menyoroti, lemahnya finishing atau penyelesaikan akhir dari para pemain."Anak-anak kurang tenang, sehingga beberapa peluang gagal dimaksimalkan, ini menjadi bahan evaluasi bagi kita untuk pertandingan ke depan," ujarnya.

Sementara itu, Pelatih Semen Padang Nil Maizar memuji pemain SFC, mereka selalu diserang. Namun, dia memberikan apresiasi kepada para pemainnya yang mampu bermain clean sheet tanpa kebobolan."Anak-anak berjuang hingga menit akhir," ujarnya.

Kurang Tenang
Tercatat SFC tidak tenang ketika melakukan serangan dan memanfaatkan peluang. Setidaknya ada tiga peluang matang, termasuk heading atau sundulan Ichsan Kurniawan yang berbuah gol, namun dianulir wasit karena dianggap offside.

Pemain memang kurang tenang, mereka kerap tergesa-gesa melakukan eksekusi, ataupun kadang salah posisi dan terlalu melakukan delay, ketika memasuki area pertahanan.

Halaman
1234
Penulis: Hendra Kusuma
Editor: Hendra Kusuma
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help