SriwijayaPost/

BREAKING NEWS: Beras Oplosan di Perum Bulog Lahat Ternyata tidak Layak Konsumsi

Proses pengujian laboratorium memang tidak mudah, hingga hasil laboratorium yang dijanjikan keluar seminggu rupanya memakan waktu lebih lama.

BREAKING NEWS: Beras Oplosan di Perum Bulog Lahat Ternyata tidak Layak Konsumsi
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
Tim dari Polres Lahat dan Polda Sumsel saat memasang garis polisi di GGB Lahat. 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Darwin Sepriansyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Setelah menunggu lebih dari dua pekan lebih, hasil pengujian laboratorium sampel beras pra sejahtera yang dioplos atau dicampur (reprosesing) oleh Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Sub Divisi Regional Lahat, akhirnya keluar.

Tidak tanggung-tanggung, sampel diuji di tiga laboratorium dan hasil ke semuanya menunjukkan bahwa beras oplosan itu tidak layak konsumsi.

Polda Sumsel pun langsung menaikkan kasusnya dari tahap penyelidikan ke penyidikan.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Agung Budi Maryoto MSi mengatakan, proses pengujian laboratorium memang tidak mudah, hingga hasil laboratorium yang dijanjikan keluar seminggu rupanya memakan waktu lebih lama.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Agung Budi Maryoto MSi didampingi Wakapolda Sumsel perwira tinggi Polda Sumsel menjelaskan hasil tes laboratorium beras oplosan di Lahat, Jumat (11/8/2017).
Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Agung Budi Maryoto MSi didampingi Wakapolda Sumsel perwira tinggi Polda Sumsel menjelaskan hasil tes laboratorium beras oplosan di Lahat, Jumat (11/8/2017). (SRIPOKU.COM/DARWIN SEPRIANSYAH)

Sebab, kepolisian menguji sampel di tiga laboratorium sekaligus, guna mendapatkan pembanding dan hasil yang lebih akurat.

Pertama di Laboratorium Forensik Polri, Dinas Pertanian Provinsi Sumsel dan terakhir Balai Benih Penelitian Padi Kementerian Pertanian Subang, Jawa Barat.

"Hasil tiga-tiganya hampir sama semua. Standar mutu tidak terpenuhi dan beras itu dinyatakan tidak layak konsumsi. Terutama hasil laboratorium dari Subang, dinyatakan tingkat mutunya di bawah standar yang paling rendah," katanya kepada awak media, Jumat (11/8/2017).

Agung pun menyatakan sementara ini pemeriksaan terus dilakukan terhadap oknum lima pegawai Bulog Lahat.

Yakni Kepala Subdivre Lahat, Agus M (26); Kepala Penanggungjawab Pelaksana Re-Proses, Adit (29) dan Kepala Gudang Subdivre Lahat, Febri (30) tahun, Kasi pengadaan dan pelayanan Bulog SubDivre Lahat, Gusdi dan staf dengan inisial N.

Kemudian ada pula tiga orang konsumen yang komplain terkait beras oplosan tersebut.

"Kasusnya kita tingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan, tapi sebelum menetapkan tersangka harus ada gelar perkara dulu. Tapi kemungkinan itu akan tetap ada, untuk itu penyidikan tidak akan main-main dan tidak boleh ada intervensi," tegasnya, didampingi Wakapolda, Brigjen Asep Suhendar, Direktur Reskrimsus, Kombes David Irawan Syah dan Kasubdit 1 Indagsi, AKBP Ferry Harahap.

Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help