SriwijayaPost/

Bolehkah Tidur Setelah Salat Ashar? Benarkah Mengganggu Syahwat? 3 Alasan Ini Perlu Diperhatikan

Khawat bin Jubair –dari kalangan sahabat- berkata tentang tidur di sore hari, ia tindakan bodoh.

Bolehkah Tidur Setelah Salat Ashar? Benarkah Mengganggu Syahwat? 3 Alasan Ini Perlu Diperhatikan
ISTIMEWA
Ilustrasi 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Yandi Triansyah

SRIPOKU.COM PALEMBANG - Kalian suka tertidur setelah salat Ashar atau waktu pengujung sore?

Ada baiknya diperhatikan berbagai macam dampak dari aktivitas tersebut.

Dikutip dari berbagai sumber, terdapat dua pendapat yang masyhur di kalangan ulama tentang tidur sesudah 'Ashar.

Pertama, hukumnya makruh, yakni lebih baik jika tidak dilakukan, sebagaimana yang disebutkan oleh banyak fuqaha' dalam kitab-kitab fikih mereka.

Sebagian yang lain berdalil dengan hadits dhaif di atas.

Ada juga yang berdalil dengan sebagian ucapan para salaf dan kajian kesehatan.

Khawat bin Jubair –dari kalangan sahabat- berkata tentang tidur di sore hari, ia tindakan bodoh.

Sedangkan Makhul dari kalangan Tabi'in membenci tidur sesudah 'Ashar dan khawatir orangnya akan terkena gangguan was-was. (Lihat: Mushannaf Ibnu Abi Syaibah: 5/339)

Ibnu Muflih dalam al-Adab al-Syar'iyyah (3/159) dan Ibnu Abi Ya'la dalam Thabaqat al-Hanbilah (1/22) menukil keterangan Imam Ahmad bin Hambal memakruhkan bagi seseorang tidur sesudah 'Ashar. Beliau khawatir akan (kesehatan) akalnya.

Halaman
1234
Penulis: Yandi Triansyah
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help