SriwijayaPost/

BNNP Sumsel Blender 4 Kilogram Sabu Asal Medan Pasangan Suami-Istri

Tidak semua barang bukti kita musnahkan. Dari 4 kilogram sabu, hanya 3.888,73 gram sabu yang dimusnahkan. Sisanya menjadi barang bukti untuk di persid

BNNP Sumsel Blender 4 Kilogram Sabu Asal Medan Pasangan Suami-Istri
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Kepala BNNP Sumsel, Anthoni Hutabarat memusnahkan barang bukti empat kilogram sabu dengan cara diblender, Kamis (10/8/2017). 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Odi Aria Saputra

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sebanyak empat kilogram narkoba jenis sabu-sabu dimusnahkan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumsel dengan cara diblender, Kamis (10/8/2017).

Pemusnahan barang bukti tersebut merupakan tangkapan BNNP Sumsel beberapa waktu lalu yang berhasil menggagalkan peredaran sabu asal Medan hendak menuju Bali yang melintas di Palembang.

Kepala BNNP Sumsel, Anthoni Hutabarat mengatakan barang bukti yang didapatkan itu setelah ditetapkan oleh Kejaksaan Negeri maka langsung dimusnahkan.

Pemusnahan itu dilakukan sebagai upaya menghindari adanya tangan-tangan jahil atau penyalahgunaan oleh petugas.

"Sesuai prosedur, setelah kasus ini sudah kita tetapkan sebagai tersangka maka selanjutnya dilakukan pemusnahan barang bukti," katanya.

Kendati demikian, barang bukti yang dimusnahkan dengan cara diblender itu sebanyak 3888 gram dan sisanya sebagai barang bukti untuk di pengadilan.

"Tidak semua barang bukti kita musnahkan. Dari 4 kilogram sabu, hanya 3.888,73 gram sabu yang dimusnahkan. Sisanya menjadi barang bukti untuk di persidangan," ungkap Anthoni.

Diketahui, empat kilo sabu ini ditangkap BNNP Sumsel di kawasan Alang-alang Lebar yang dibawa oleh pasangan suami istri yakni EN dan EH pada 16 Juli 2017 lalu.

Sabu tersebut dibawa oleh pasangan suami istri ini dari Medan hendak dibawa ke Bali melalui jalur Palembang.

Setelah dilakukan pengembangan ditangkap pula SA dan ID di sebuah hotel sehingga keempatnya diamankan di BNNP Sumsel.

Namun berkat kejelihan BNNP pihaknya pun berhasil menggagalkan peredaran narkoba tersebut.

"Untuk tersangka kita tetapkan ada tiga yakni EN (31),EH (36), dan SA. Sedangkan ID kita tak punya cukup bukti untuk menjadikannya tersangka," tegasnya.

Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help