SriwijayaPost/

Begini Pernyataan Kuasa Hukum Terdakwa Rani Pegawai BPN di Persidangan Kedua

Kuasa hukum Rani Arvita dalam eksepsinya di persidangan mengatakan kasus kliennya merupakan pemufakatan jebakan.

Begini Pernyataan Kuasa Hukum Terdakwa Rani Pegawai BPN di Persidangan Kedua
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Rani Arvita, ketika mengikuti sidang kedua di pengadilan Negeri I, Palembang, agenda eksepsi, Selasa (8/8). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Tim kuasa hukum terdakwa Rani Arvita, di dalam eksepsinya (keberatan) yang disampaikan di persidangan Tipikor pada Pengadilan Negeri Klas 1A Khusus Palembang, Selasa (8/8). Menerangkan bahwa kasus yang menimpa kliennya tersebut merupakan pemufakatan jebakan.

" Majelis hakim kami sampaikan bahwa apa yang menimpa terdakwa Rani Arvita ini merupakan pemufakatan jebakan, karena sebelum terjadinya penangkapan Rani oleh tim saber pungli Polresta palembang, sudah ada
laporan yang dilakukan oleh Margono ke polresta Palembang,"Ungkap M Dian Alam Pura, salah satu kuasa hukum terdakwa, saat membacakan eksepsi.

Selain itu juga kuasa hukum terdakwa menyoroti pasal yang didakwakan Jaksa Penuntut Umum Kejari Palembang, menurut kuasa hukum terdakwa pasal yang dijeratkan kepada terdakwa tidak tepat, yang menjadikan Rani sebagai terdakwa tunggal dalam perkara ini.

Lanjut Dian, bahwa sebelum penangkapan ada komunikasi antara Yustinus Joni sebagai kuasa dari Margono, dengan terdakwa, dan Margono sendiri perihal uang untuk mengurus sidang di PTUN Palembang.

Artinya menurut Dian seharusnya Margono dan Yustinus Joni juga turut dijadikan terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 55 KUHP dalam perkara ini.

"Kami menyampaikan ini bukan semata mata untuk membebaskan terdakwa, melainkan demi tegaknya supremasi hukum keadilan, karena jelas didalam UUD bahwa setiap warga negara sama kedudukannya dimata hukum" kata Dian.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help