SriwijayaPost/

Alex Noerdin Mengaku Berasa di Mekkah Usai Meresmikan Kawasan Ini

Saya ingin umat Islam di sini zero konflik dan islam yang akomodatif. Bangunan ini dipersembahkan kepada semua.

Alex Noerdin Mengaku Berasa di Mekkah Usai Meresmikan Kawasan Ini
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Gubernur Sumsel H Alex Noerdin yang meninjau dan meresmikan Kawasan Terpadu Embarkasi Haji Provinsi Sumsel di Asrama Haji Jalan Letjen Sai Sohar Palembang, Selasa (8/8/2017). 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Gubernur Sumsel H Alex Noerdin merasa takjub melihat Kawasan Terpadu Embarkasi Haji Provinsi Sumsel di Asrama Haji Jalan Letjen Sai Sohar Palembang, Selasa (8/8/2017).

Bahkan orang nomor satu di Sumsel ini berasa berada di Mekkah sesaat setelah peresmian dan meninjau kawasan.

Tampak di kawasan terpadu embarkasi haji ini terdapat beberapa bangunan dengan ukuran asli berdiri kokoh.

Di antaranya mock up pesawat, Kabah, lintasan sya'i dan bangunan lainnya yang dapat membuat pengunjung berasa berada di Mekkah saat melaksanakan ibadah haji maupun umrah.

"Saya ingin umat Islam di sini zero konflik dan islam yang akomodatif. Bangunan ini dipersembahkan kepada semua. KBIH yang ingin memakainya dipersilakan," ujar Alex Noerdin.

Sementara itu Pengelolah Kawasan Embarkasi Terpadu Asrama Haji Palembang, Augie Bunyamin mengatakan, pada 17 Mei 2014 lalu telah dilakukan peletakan batu pertama oleh Gubernur Sumsel H Alex Noerdin di kawasan asrama haji.

Bangunan pertama yang dibangun adalah mock up pesawat yang pada 2014 selesai, dilanjutkan dengan pembangunan duplikat Kabah dengan ukuran sebenarnya yang selesai pada 2015.

Selanjutnya dibangun lintasa Sya'i yang dilengkapi dengan tawaf dan lempar jumbro yang baru selesai pada 2017.

"Walaupun masih dalam tahap pemeliharaan, ini sudah digunakan sejak 2016," kata Augie.

Augie menambahkan saat ini kawasan haji juga berlangsung pembangunan museum sejarah Islam yang berisi dengan benda bersejarah Islam serta pembagunan hotel syariah akan berdiri di kawasan embarkasi terpadu asrama haji.

"Diharapkan jadi icon baru dan insya Allah menjadi objek Pariwisata religi di Sumsel," ujarnya.

Augie menerangkan Kabah yang berdiri sesuai dengan ukuran asli yakni 12x13 M2, Lintasan syai 4417 M2, lempar jumbro 94 M2, museum sejarah Islam, Hotel syariah 19.964 M2.

Penulis: Welly Hadinata
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help