Tanpa Sebab Jelas, Sekuriti PT Andema PLTU Sumsel I Lakukan Aksi Nekat, Begini Akibatnya

Ketika pintu terbuka, alangkah terkejutnya Arsani karena korban sudah tergantung dengan seutas tali yang menjerat lehernya.

Tanpa Sebab Jelas, Sekuriti PT Andema PLTU Sumsel I Lakukan Aksi Nekat, Begini Akibatnya
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Tampak petugas medis sedang melakukan pemeriksaan atas jenazah korban di rumahnya, Senin (7/8). 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM---Warga Desa Tanjung Menang, mendadak heboh. Tanpa sebab yang jelas, Andreas Prastito (21) Security PT Andema PLTU Sumsel I, ditemukan tewas tergantung di rumahnya di Desa Tanjung Menang, Kecamatan Rambang Dangku, Kabupaten Muaraenim, Senin (7/8/2017) sekitar pukul 03.00.

Dari informasi yang dihimpun Sriwijaya Post, peristiwa gantung diri tersebut pertama kali diketahui dari masyarakat Tanjung Menang bahwa ada warga yang gantung diri.

Atas informasi tersebut, petugas langsung pergi ke lokasi kejadian dengan dipimpin oleh Kapolsek Rambang Dangku AKP Bustomi bersama Tim Medis dari Puskesmas Tebat Agung.

Setelah tiba dirumah korban, ternyata informasi benar dan telah mendapati mayat tersebut sudah diturunkan dari gantungan dan dibaringkan di ruang tamu.

Dan dilihat kondisi mayat ada bekas memar jeratan di leher, warna kuku membiru serta mengeluarkan sperma dari kemaluan.

Menurut keterangan Ortu korban, Arsani (46) bahwa pihaknya mengetahui kejadian tersebut sekitar pukul 03.00, ketika ayahnya terbangun dan hendak membuka kamar korban.

Ketika pintu terbuka, alangkah terkejutnya karena korban sudah tergantung dengan seutas tali yang terjerat di leher korban.

Melihat hal tersebut ia memanggil Yunia (42) istrinya dan tetangga untuk menurunkan mayat tersebut.

Kapolres Muaraenim AKBP Leo Andi Gunawan melalui Kapolsek Rambang Dangku AKP Bustomi didampingi Kasubag Humas AKP Arsyad Agus, saat ini, pihaknya telah melakukan olah TKP, mencatat saksi-saksi, mengambil sidik jari, melakukan visum, dan membuat laporan kepolisian.

Untuk sementara ini permasalahan penyebabnya belum di ketahui dan mendapat informasi yang jelas dari pihak keluarga korban.

Dan saat ini, mayat telah dimakamkan oleh keluarga.

"Tadi keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi," ujar Kapolsek.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved