SriwijayaPost/

Dozer Ini Tiba-tiba Berjalan Sendiri dan Menggilas Epan Arwansyah Hingga Tewas

kejadian tersebut berawal ketika korban yang bertugas sebagai quality di PT PGU sedang belajar membawa alat berat jenis dozer 01

Dozer Ini Tiba-tiba Berjalan Sendiri dan Menggilas Epan Arwansyah Hingga Tewas
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Personel Polres Muaraenim melakukan pengamanan dan olah TKP di lokasi tambang batubara milik PT PGU, di Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim, Jumat (4/8/2017). 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Diduga terlindas alat berat jenis dozer, seorang karyawan PT Pasific Global Utama (PGU) bernama Epan Arwansyah (19) warga Desa Tanjung Lalang, tewas dengan luka-luka di sekujur badan, di lokasi tambang PT PGU, Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim, Kamis (3/8/2017) sekitar pukul 11.00.

Dari informasi yang diberhasil dihimpun Sripoku.com, Jumat (4/8/2017), kejadian tersebut berawal ketika korban yang bertugas sebagai quality di PT PGU sedang belajar membawa alat berat jenis dozer 01 milik PT SK yang diduga tanpa pengawasan operator dozer.

Di dekatnya ada juga alat berat jenis eksavator milik PT PSM yang dikemudikan oleh Rio yang sedang beroperasi di lokasi stock file PT PGU.

Sebelumnya alat berat jenis Dozer 01 milik PT SK tersebut dikemudikan oleh Dinar yang pada saat itu sedang beristirahat di sebuah warung yang tidak jauh dari lokasi tersebut.

Bahkan pada saat korban sedang mengemudikan alat berat jenis Dozer 01 tersebut sempat dilihat oleh Pingki Efendi yang pada saat itu sedang melakukan Retase di lokasi stock file batubara PT PGU.

Tidak lama kemudian, tiba-tiba Dinar melihat Dozer 01 tersebut berjalan sendiri tanpa pengemudi dan langsung ia memanggil Pingki Efendi dan Arpa Holid untuk mengetahui penyebabnya.

Setelah mereka memeriksa dozer 01 tersebut, betapa terkejutnya karena melihat korban sudah dalam keadaan terlungkup tidak sadarkan diri di lokasi stock file.

Kemudian korban dibawa dievakuasi dan dibawa ke RS Bukit Asam Medika, dan ternyata nyawa korban sudah tidak tertolong lagi karena sekujur tubuhnya luka-luka.

Kemudian Dinar selaku operator alat Dozer 01 tersebut, langsung memindahkan Dozer 01 tersebut yang kebetulan posisi miring dan menghilang.

Personel Polres Muaraenim melakukan pengamanan dan olah TKP di lokasi tambang batubara milik PT PGU, di Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim, Jumat (4/8/2017).
Personel Polres Muaraenim melakukan pengamanan dan olah TKP di lokasi tambang batubara milik PT PGU, di Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim, Jumat (4/8/2017). (SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI)

Ketika dikonfirmasi ke Dirut PT PGU Didi, membenarkan adanya kejadian tersebut, namun hal tersebut disebabkan oleh kesalahan korban sendiri, karena tugas korban sebagai Quality bukan sebagai operator Dozer.

Dan saat ini, pihaknya sudah menyantuni keluarga korban.

"Saat ini, pihak pengawas dari Distamben Sumsel sudah turun ke lapangan untuk melakukan investigasi," ujar Didi.

Kapolres Muaraenim AKBP Leo Andi Gunawan melalui Kapolsek Tanjung Agung AKP Herman didampingi Kasubag Humas AKP Arsyad Agus, pihaknya telah melakukan olah TKP, mencatat saksi-saksi, dan memasang garis Police Line baik di stok file tempat kecelakaan kerja dan alat berat Dozer 01 milik PT SK.

Untuk penyelidikan dilakukan Pidsus Polres Muaraenim dan menunggu hasil investigasi inspektur tambang dari Distamben Provinsi Sumsel untuk laporan ke pihak kepolisian. Sedangkan korban sudah dimakam di pemakaman desa oleh keluarga.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help