Tak Tahan Menerima Cobaan Ini, IRT di 30 Ilir Palembang Gantung Diri

Melihat ibunya terkulai dengan posisi gantung diri, Marlinda (11), sontak histeris menjerit ketakutan.

Tak Tahan Menerima Cobaan Ini, IRT di 30 Ilir Palembang Gantung Diri
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Petugas kepolisian yang sedang melakukan idenfikasi terhadap korban Emilia (36), ibu rumah tangga yang ditemukan tewas gantung diri di rumahnya Jalan Ki Gede Ing Suro Lorong Sawah RT 46 RW 03 Kelurahan 30 Ilir Kecamatan IB II Palembang, Selasa (1/8/2017).

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Melihat ibunya terkulai dengan posisi gantung diri, Marlinda (11), sontak histeris menjerit ketakutan.

Marlinda pun tak henti-hentinya menangis setelah mengetahui ibunya telah meninggal dunia.

Korban Emilia (36), ibu rumah tangga, ditemukan tewas gantung diri di dalam kamar rumahnya Jalan Ki Gede Ing Suro Lorong Sawah RT 46 RW 03 Kelurahan 30 Ilir Kecamatan IB II Palembang, Selasa (1/8/2017).

Korban Emilia pertama kali ditemukan Marlinda, anak korban. Ketika itu Marlinda sedang mengupas bawang di depan rumah. Marlinda masuk ke dalam rumah untuk mencari ibunya.

Marlinda pun masuk ke dalam dan menemukan ibunya sudah dalam posisi gantung diri. "Mak...ngapo tinggalin kami," ujar Marlinda yang begitu tampak sedih dan tak henti-hentinya mengeluarkan air mata.

Sementara itu Dorisman (35), suami korban, hanya tampak pasrah mengetahui istrinya meninggal dunia dengan kondisi gantung diri.

Ketika itu Dorisman sedang berada di kawasan Pasar 16 Ilir sebagai penarik becak dan mendapatkan kabar musibah dari tetangganya.

Dari pantauan Sripoku.com di lokasi kejadian, korban Emilia ditemukan gantung diri dengan menggunakan dua helai kain panjang yang diikatkan pada palang kayu atap rumah yang tingginya sekitar dua meter dan dililitkan ke bagian leher.

Korban yang telah memiliki lima anak ini ditemukan dengan kondisi lidah menjulur dan kedua kakinya terkulai menyentuh lantai.

"Tolong pak istri saya pak, sudah lama tergantung di dalam rumah," ujar Dorisman yang meminta petugas kepolisian untuk melakukan evakuasi terhadap istrinya.

Dorisman dan anak-anaknya hanya bisa pasrah dan menangis. Dari informasi para tetangga, korban Emilia gantung diri lantaran depresi dengan penyakit asma yang diidapnya begitu lama.

"Saya tidak tahu mengapa ini bisa terjadi. Saat itu saya sedang di pasar," ujar Dorisman yang enggan memberikan komentar mengenai bagaimana kondisi istrinya sebelum kejadian.

Saat dilakukan evakuasi yang dipimpin Kanit SKPT Polresta Palembang Ipda Bambang dan Kanit Reskrim Polsek IB II Ipda Azwan, pihak keluarga enggan korban dilakukan visum lebih lanjut.

Pihak keluarga korban hanya meminta kepada petugas untuk menurunkan korban dari kain tali yang terlilit di leher korban tanpa dilakukan visum lebih lanjut.

Namun petugas tetap meminta keterangan lebih lanjut untuk mengenai kronologis kejadian.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved