SriwijayaPost/
Home »

News

» Sains

Pelajar Indonesia Borong Medali di Ajang Kompetisi IEYI 2017

Pelajar Indonesia kembali membawa pulang medali dan penghargaan dari ajang penelitian internasional. Di bawah asuhan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesi

Pelajar Indonesia Borong Medali di Ajang Kompetisi IEYI 2017
PPSDM
logo LIPI.

SRIPOKU.COM - Pelajar Indonesia kembali membawa pulang medali dan penghargaan dari ajang penelitian internasional. Di bawah asuhan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ( LIPI), medali dan penghargaan diraih dari International Exhibition for Young Inventors (IEYI) 2017 dan ASEAN Student Science Project Competition (ASPC) 2017.

Berita Lainnya:
Buatlah yang Sederhana, Tapi Inovatif...

IEYI adalah ajang kompetisi internasional di bidang inovasi teknologi tepat guna yang diselenggarakan di Nagoya, Jepang pada 25-31 Juli 2017 . Selain Indonesia, 14 negara, termasuk China, Taiwan, India, Italia, Jepang, Filipina, dan Rusia, juga turut mengambil bagian dalam kompetisi kali ini.

Dua medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu berhasil didapatkan pelajar Indonesia. Selain itu, berbagai special award juga diberikan kepada beberapa penelitian.

Dengan judul The Safety Motorcyle Handlebar untuk kategori Safety and Health, Hans Bastian Wangsa dan Siti Farahdina membawa pulang medali emas.

Kedua pelajar SMAN 6 Yogyakarta ini membuat sistem yang mengingatkan pengendara untuk mematikan kampu sein sepeda motornya. Pasalnya, lupa mematikan lampu sein dan berbelok ke arah sebaliknya dapat menyebabkan kecelakaan.

Medali emas lainnya didapat oleh Gede Herry Harum Wijaya dan Ni Putu Gita Naraswati dalam kategori Green Technology. Kedua pelajar SMA Bali Mandara inimembuat Smart Trash Can, tong sampah yang dapat menanggulangi pencampuran sampah di TPA sehingga sulit diolah. Herry dan Gita juga mendapatkan Special Award dari official Macao.

Sementara itu, Hanum Dzatirrajwa dan Izza Aulia Putri Purwanto dari SD IT Bina Amal Semarang meriah medali perak kategori Education and Recreation, serta Special Award dari official Technopol Moscow Rusia. Dengan karya berjudul Snake and Ladder for Blind Children, mereka membuat media bermain bagi anak tunanetra.

Medali perak berikutnya didapatkan oleh Arfan Khairul Wdari, siswa Sampoerna Academy untuk kategori Green Technology. Melalui karya berjudul Floating Hydro, Arfan membuat energi listrik mandiri dan portabel untuk daerah yang belum terjangkau listrik.

Selain itu, medali perak dan Special Award dari official International Teenager Competition and Communication Center China didapatkan oleh Mufftie Insani dan Firman Dwiansyah untuk kategori Food and Agriculture.

Halaman
12
Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help