SriwijayaPost/

Atasi Kawasan Kumuh, Ini yang Dilakukan Kepada Warga Palembang

Pengentasan Program Penanganan Kawasan Kumuh Permukiman (P2KP) di Palembang tak hanya dilakukan dengan pembangunan fisik saja.

Atasi Kawasan Kumuh, Ini yang Dilakukan Kepada Warga Palembang
SRIPOKU.COM/YANDI TRIANSYAH
Albert Medianto, komite BDC Kota Palembang 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Yandi Triansyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pengentasan Program Penanganan Kawasan Kumuh Permukiman (P2KP) di Palembang tak hanya dilakukan dengan pembangunan fisik saja.

Juga dilakukan upaya untuk mengembangkan dunia usaha yang mandiri, berkelanjutan dan mampu bersaing.

Supaya masyarakat juga memiliki kekuatan ekonomi.

Untuk mewujudkan itu Business Development Cender (BDC) Sriwijaya program kota tanpa kumuh (kotaku) menggelar workshop di Hotel Emilia Jalan Kolonel Ahmad Badaruddin Palembang, Selasa (1/8/2017).

Saat ini ada sekitar 1300 hektar kawasan di Palembang termasuk kategori kumuh.

Terbanyak ada di kawasan Seberang Ulu di bantahan Sungai Musi dan Ogan.

Nantinya kawasan itu, akan dibentuk swadaya masyarakat.

Kelompok itu akan diberikan pinjaman modal untuk mengembangkan usaha.

"Selain kita benahi dengan pembangunan fisik, juga kita bangun dengan pemberdayaan usaha," kata Albert Medianto komite BDC Kota Palembang.

Albert mengatakan, dengan perbaikan fisik seperti membangun sanitasi, fasilitas umum, jalan setapak, air bersih dan lainnya akan terpelihara.

Karena masyarakat sudah memiliki pemberdayaan ekonomi dari pinjaman yang diberikan.

Sementara itu, M Rovie Khuswana, Korkot Palembang Program Kotaku mengatakan, pinjaman yang diberikan kepada warga bervariasi. Tergantung usaha yang akan dilakukan nantinya.

Namun sebelum terlaksana, pihaknya terlebih dahulu memberikan pemahaman kepada warga dan dinas terkait sehingga program tersebut bisa berjalan dengan baik.

Penulis: Yandi Triansyah
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help