Sumsel Bangga Dipercaya Jadi Tuan Rumah Penyelenggara Diklat Mandiri Tingkat II

Hanya di Sumsel yang diberikan kesempatan mandiri tim diklat tim II. Di Indonesia tidak banyak, hanya 3 provinsi Pulau Jawa dan Maluku.

Sumsel Bangga Dipercaya Jadi Tuan Rumah Penyelenggara Diklat Mandiri Tingkat II
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Gubernur Provinsi Sumatera Selatan Ir H Noerdin SH menyematkan tanda peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat II Angkatan I Tahun 2017 sendiri, di Aula Putri Kembang Dadar Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Daerah Provinsi Sumsel, Senin (31/7/2017). 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Gubernur Provinsi Sumatera Selatan Ir H Noerdin SH mengatakan Sumsel patut berbangga dipercayakan untuk menyelenggarakan Diklat mandiri Tingkat II di Indonesia.

"Hanya di Sumsel yang diberikan kesempatan mandiri tim diklat tim II. Di Indonesia tidak banyak, hanya 3 provinsi Pulau Jawa dan Maluku. Itu pun mandiri hanya kita yang mandiri, itu suatu hal yang luar biasa," ungkap Alex Noerdin saat membuka Diklat Kepemimpinan Tingkat II Angkatan I Tahun 2017 sendiri, di Aula Putri Kembang Dadar Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Daerah Provinsi Sumsel, Senin (31/7/2017).

Pelatihan yang juga dihadiri Kepala Lembaga Admistrasi Negara (LAN) RI Adi Suryanto diikuti sebanyak 60 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Selatan dan Sumatera Utara, Jambi, dan Bengkulu.

Dengan mengikuti Diklat Kepemimpinan Tingkat II Angkatan I Tahun 2017, Alex berharap agar nantinya pengalaman yang didapat selama proses pelatihan dapat memberikan perubahan nyata untuk menjadi Pemimpin dalam ke Pemerintahan.

"Diklat yang diikuti mereka ikuti diharapkan dapat memberikan inovasi guna peningkatan kepemimpinan terhadap Pemerintahan yang dijalani mereka," ujarnya.

Sementara Kepala LAN RI Adi Suryanto mengatakan, bahwa tujuan dari diklat ini agar mendukung program pemerintah menciptakan kepemimpinan yang menjadi agent perubahan di SKPD.

"Perlu ada inovasi perubahan menuju kearah yang lebih baik itulah salah satu kurikulum," katanya.

Saat ditanyai sekitar 50 persen ASN yang masih di bawah rata-rata, Adi membeberkan itu karena dipengaruhi oleh rekrutmen ASN sejak 2011 sampai sekarang itu masih banyak menerima banyak tenaga honorer K1, K2, dan itu tanpa seleksi.

"Jadi ini tanggungjawab kita bersama bagaimana kita meningkatkan kapasitas kompetisi ASN dengan latihan itulah salah satu cara meningkatkan kompetensi ASN sekarang," ujarnya.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved